Sering Lewat Jalanan Lurus? Hati-hati Kena Sindrom Highway Hypnosis

Ditta Aditya Pratama - Sabtu, 9 November 2019 | 08:16 WIB
Ilustrasi mengemudi di jalanan lurus
Radityo Herdianto
Ilustrasi mengemudi di jalanan lurus

GridOto.com - Pernah merasa lama-lama jadi bosan saat melewati jalanan lurus saja, hati-hati bisa kena sindrom highway hypnosis lho!

Lewat jalanan lurus kayak di jalan tol memang menyenangkan, apalagi kalau jalanannya enggak terlalu ramai sehingga waktu tempuh ke tempat tujuan terasa lebih cepat. 

Enggak melulu jalan tol, ada juga jalan biasa yang lurusnya panjang seperti jalur pantai selatan (pansela) yang trek lurusnya sampai lebih dari 10 kilometer.

Meski enak karena bisa melaju dengan kecepatan tinggi, namun belum banyak yang tahu kalau jalanan lurus ternyata lebih berbahaya dibanding lewat jalanan berkelok seperti di pegunungan.

(Baca Juga: Mantap! Pemerintah Targetkan Pembangunan 2.500 Kilometer Jalan Tol Hingga 2024)

Menurut Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center, jalur berkelok membuat otak pengemudi tetap aktif dan dapat menjaga pengemudi untuk tetap fokus.

“Sementara jalan yang lurus dan panjang, dapat menyebabkan "highway hipnosis" dimana pengemudi bisa masuk ke fase "trance" (ngeblank) saat mengemudi,” ungkapnya.

“Yang lama kelamaan akan masuk ke fase micro sleep, ini sangat berbahaya mengingat saat di kecepatan 100 km/jam misalnya, per detik itu kita bergerak sejauh kurang lebih 28 meter,” lanjut Marcell.

Makanya beberapa jalan tol yang panjang dan lurus seperti Tol Cipali, dirasa lebih berbahaya dibandingkan dengan jalan berkelok di pegunungan.

(Baca Juga: Siapkan Dana Rp 600 Miliar, Jasa Marga Bakal Bangun Enam Rest Area Baru di Sejumlah Jalan Tol Ini)

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X