Mantap! Tol Layang Cikampek Bisa Hemat Waktu Satu Jam Jakarta - Bandung

M. Adam Samudra - Senin, 23 September 2019 | 10:26 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Tengah) saat meninjau ujicoba jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9).
Dokumentasi Menhub
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Tengah) saat meninjau ujicoba jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9).

GridOto.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang ditargetkan segera beroperasi.

Budi Karya menilai, pengoperasian jalan tol yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia ini diharapkan dapat mempercepat perjalanan JakartaBandung.

“Untuk itu harus dipersiapkan strategi agar distribusi pengguna jalan tol Jakarta-Cikampek bisa merata lewat di atas dan di bawah," kata Budi, Senin (23/9/2019).

"Ditambah lagi, jika pekerjaan konstruksi sudah selesai, maka pekerjaan yang mengganggu perjalanan pun sudah tidak ada. Jadi asumsi kita paling tidak 30 menit s.d 1 jam bisa bertambah lebih cepat,” sambung dia.

(Baca Juga: Rawan Kecelakaan, Setujukah Jika Perlintasan Sebidang Ditutup? Ini Kata Kemenhub)

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Operasi PT Jasa Marga Subakti Syukur menjelaskan target lalu lintas harian rata-rata (LHR) Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated.

“Dengan LHR 70.000 kendaraan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting, maka kami targetkan ada distribusi sekitar 40-50% dari angka tersebut yang akan naik ke jalan tol layang," ucapnya.

"Ini yang sedang intens kami bahas dengan Pemerintah terkait dengan sistem pengoperasiannya. Kami usulkan sistem tarif terintegrasi agar masyarakat dapat mudah memilih sesuai kebutuhan mau lewat atas atau lewat bawah,” tambah Subakti.

Selain itu, Budi Karya juga mengimbau agar keamanan pengguna jalan diperhatikan.

(Baca Juga: Ada Pemeliharaan Tol Jagorawi, Jasa Marga Minta Atur Perjalanan)

“Persiapkan skenario apapun yang mungkin terjadi di atas jalan tol ini sehingga ketika beroperasi kita sudah siap dengan antisipasi tindak lanjutnya," tuturnya.

"Jalan tol ini sepanjang 36 Km tidak ada rest area, walaupun memang sudah disiapkan beberapa mitigasi risiko yang sudah disiapkan oleh operator jalan tol,” jelas Budi.

Sementara, Direktur PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) Djoko Dwijono menjelaskan nantinya akan ada delapan titik emergency opening yang dilengkapi dengan tangga darurat.

Hal ini berguna untuk mengakomodir kebutuhan darurat pengguna jalan.

“Untuk pengoperasian di akhir tahun ini kami siapkan delapan titik emergency opening dan tangga darurat," ucap Djoko.

"Setelah itu, kami juga masih akan melengkapinya dengan membangun empat emergency bay parking bay untuk keadaan darurat serta dua emergency exit,” tutup Djoko.

Editor : Hendra

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X