GridOto.com - Meski harga bahan bakar diesel nonsubsidi naik, peminat mobil diesel belum sepenuhnya turun.
Bahkan kini konsumen memiliki pertimbangan sebelum membeli unitnya.
Yalni apakah mobil tersebut masih bisa menenggak Biosolar Subsidi.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), Ricky Prawiro, mengatakan mobil diesel yang masih diminati umumnya adalah model yang memenuhi syarat untuk menggunakan Biosolar subsidi melalui barcode.
Menurut Ricky, konsumen saat ini lebih selektif memilih mobil diesel.
Model-model lama masih memiliki daya tarik karena dianggap lebih fleksibel dalam penggunaan bahan bakar.
"(Peminat mobil) diesel ya yang ada barcode. Sesimpel itu,” ujar Ricky melansir Kompas.com.
“Kayak misalnya Pajero. Pajero Sport yang awal-awal tuh, kan dia masih bisa (Biosolar). Terus kalau Fortuner juga yang model lama, kalau dia sudah tipe VNT ke atas, yang udah enggak bisa (Biosolar) kayak VRZ gitu susah (terjual)," katanya.
Baca Juga: Biar Paham, Ini Dampak Penerapan Biodiesel B50 Pada Konsumsi BBM Mobil Diesel
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap Biosolar subsidi kini menjadi salah satu faktor utama yang menentukan minat konsumen terhadap mobil diesel bekas.
Meski demikian, Ricky menilai prospek pasar mobil diesel masih tetap ada. Hanya saja, tingginya harga solar nonsubsidi membuat banyak calon pembeli berpikir dua kali karena biaya operasional yang semakin besar.
"Sebenarnya kalau potensi sih masih ada ya, tapi mereka (konsumen) rada berat untuk isinya. Sekali ngisinya kan lumayan gitu,” ucap Ricky.
“Jadi mereka mau beli, cuma ya mungkin lihat ya kalau harga BBM bisa turun ya mungkin masih oke. Turunnya di bawah Rp 20.000 (per liter) lah, kalau Rp 25.000 (per liter) berat banget," katanya.
Menurut Ricky, bahkan konsumen dengan daya beli tinggi pun tetap mempertimbangkan efisiensi biaya operasional sebelum membeli mobil diesel.
Ia menilai, selama harga BBM diesel nonsubsidi masih bertahan di level tinggi, pasar mobil diesel bekas akan tetap menghadapi tantangan.
Seperti diketahui, harga BBM diesel bervariasi tergantung jenis dan wilayah, dengan Biosolar subsidi tetap di angka Rp 6.800 per liter.
Baca Juga: Tips Mobil Diesel Pakai Biosolar B50 Biar Enggak Gampang Rusak
Adapun untuk BBM diesel nonsubsidi, Pertamina mematok Dexlite Rp 19.300 per liter dan Pertamina Dex Rp 21.150 per liter.
"Meskipun orang yang mampu pun, mereka berpikir kalau saya bisa yang murah kenapa yang mahal gitu. Saya kan punya opsi nih untuk yang murah nih, ngapain mesti yang mahal," kata Ricky.