Nggak Cuma Tambah Minyak Nabati, Ini Beda Biodiesel B50 Dengan B40

Ferdian - Jumat, 3 Juli 2026 | 08:00 WIB

Uji jalan B50 di kendaraan operasional

GridOto.com - Indonesia mulai menerapkan biodiesel B50 secara serentak pada 1 Juli 2026.

Kebijakan ini adalah kelanjutan dari program berkelanjutan yang sebelumnya dimulai dari B35, lalu ditingkatkan menjadi B40 pada Januari 2025.

Secara teknis, B50 merupakan bahan bakar diesel dengan formula seimbang, di mana 50 persen komposisinya berupa biodiesel berbasis minyak nabati atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME), sementara setengahnya lagi merupakan solar konvensional.

Melansir Kompas.com, peningkatan porsi energi terbarukan ini jelas jauh lebih tinggi dibanding B40 yang hanya memiliki kandungan nabati 40 persen.

Melalui lompatan ini, konsumsi minyak bumi dapat ditekan signifikan, yang sekaligus membuka peluang ekonomi besar bs.coagi industri nasional dari sektor perkebunan hingga rantai pasok energi lokal.

Bagi para pengguna kendaraan diesel, peningkatan kadar minyak nabati ini tidak perlu dikhawatirkan akan menurunkan performa kendaraan.

Pemerintah memastikan B50 tetap mempertahankan angka setana (cetane number) minimal di level 51, persis seperti standar pada B40.

Baca Juga: Penerapan Biodiesel B50 Dimulai, Pemerintah Pastikan Harga Solar Subsidi Tak Naik

Angka setana yang terjaga ini menjamin bahan bakar tetap dapat terbakar dengan cepat dan efisien di dalam ruang bakar.

Hasilnya, mesin diesel modern akan tetap bekerja dengan halus, responsif, dan menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah tanpa mengubah karakter dasar pembakarannya.

Menariknya, transisi menuju B50 ini justru diiringi dengan pengetatan parameter kualitas yang jauh lebih tinggi demi melindungi mesin konsumen.

Salah satunya terlihat pada pembatasan kadar air yang kini diperketat menjadi maksimal 300 ppm, lebih rendah dari standar B40 yang melonggarkan batas hingga 380 mg/kg.

Langkah ini sangat krusial untuk meminimalkan risiko korosi dan menjaga stabilitas bahan bakar saat disimpan dalam waktu lama.

Selain itu, batas residu karbon juga dibuat lebih rendah untuk mencegah penumpukan kerak pada komponen injeksi dan ruang bakar.

Pemerintah pun menetapkan titik nyala yang lebih tinggi pada B50 agar proses distribusi dan penyimpanan di lapangan menjadi jauh lebih aman.

Parameter penting lainnya mulai dari tingkat korosi, kadar abu, angka asam, hingga stabilitas oksidasi tetap dikontrol dengan ketat demi memastikan sistem injeksi kendaraan tidak mengalami penurunan performa.

Baca Juga: Bahan Bakar Minyak B50 Resmi Dijual, Berapa Harga Per Liternya

Pada akhirnya, migrasi dari B40 menuju B50 bukan sekadar aksi menaikkan campuran minyak nabati ke dalam tangki solar.

Ini adalah sebuah langkah evolusi bahan bakar yang terukur, di mana peningkatan kandungan ramah lingkungan berjalan selaras dengan penyesuaian spesifikasi teknis.

Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati bahan bakar yang lebih hijau tanpa harus mengorbankan performa maupun durabilitas mesin diesel mereka.

YANG LAINNYA