Bahan Bakar Minyak B50 Resmi Dijual, Berapa Harga Per Liternya

Hendra - Rabu, 1 Juli 2026 | 08:35 WIB

Solar atau Biodiesel B50 dari Kelapa Sawit

GridOto.com- Hari ini, 1 Juli 2026, Pemerintah resmi memulai penerapan biodiesel B50.

Kebijakan ini menjadi langkah lanjutan setelah sebelumnya Indonesia menerapkan campuran biodiesel B35 dan B40.

Program yang tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang kewajiban pencampuran bahan bakar nabati jenis biodiesel ke dalam minyak solar sebesar 50 persen.

B50 berarti bahan bakar solar yang digunakan kini mengandung 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit sisanya tetap berasal dari solar konvensional.

Untuk penerapannya dilakukan secara bertahap, sebelumnya pemerintah mendistribusikan biodiesel B40 hingga 30 September 2026.

Setelah itu, seluruh penyaluran solar di Indonesia wajib mengikuti standar B50.

Secara spek, biodiesel B50 wajib memiliki massa jenis 850–890 kg/m³ pada suhu 40 derajat Celcius.

Sementara viskositas atau tingkat kekentalannya ditetapkan pada rentang 2,3–6,0 mm²/s.

Baca Juga: Juli Tahun Ini, Program Bio Diesel 50 Wajib Diimplementasikan

Kemudian, angka setana ditetapkan minimal 51 untuk menjaga kualitas pembakaran, sedangkan titik nyala (flash point) minimal berada di angka 130 derajat Celcius.

Bagaimana soal harga? 

Dikutip dari kompas.com, harga B50 diprediksi Rp 6.800 per liter dengan skema subsidi dari pemerintah.

"Insya Allah kami sangat optimistis implementasi launching daripada B50 itu akan dilakukan nanti pada 1 Juli 2026 oleh Presiden," jelas Bahlil.

YANG LAINNYA