Juli Tahun Ini, Program Bio Diesel 50 Wajib Diimplementasikan

Hendra - Rabu, 1 April 2026 | 08:42 WIB

Ilustrasi bahan bakar Biodiesel

GridOto.com- Pemerintah berupaya menjaga agar sektor energi nasional tetap berjalan baik dan tetap berpihak kepada rakyat.

Cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) dijaga agar tetap berada di atas standar nasional.

Selain itu, penerapan kewajiban program Biodiesel 50 persen (B50) akan dilakukan pada tahun ini.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah tengah mempercepat implementasi program biodiesel B50.

"Sebagai bagian dari upaya kemandirian dan efisiensi energi. Kebijakan penerapan B50 ini akan mulai berlaku mulai 1 Juli 2026," katanya.

“Pertamina telah siap untuk mengimplementasikan blending, dan ini berpotensi mengurangi penggunaan BBM berbasis fosil sebanyak 4 juta kiloliter,” ujar Airlangga.

Ia menambahkan, implementasi B50 tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap penghematan anggaran negara.

“Dalam satu tahun, sebetulnya dalam 6 bulan, ada penghematan dari fosil dan juga ada penghematan subsidi daripada biodiesel yang diperkirakan nilainya Rp48 triliun,” jelasnya.

Baca Juga: Bahlil Klaim Cadangan BBM Indonesia Berada di Atas Standar Minimum

Pemerintah juga optimistis implementasi program biodiesel B50 akan memberikan dampak positif berupa potensi surplus pada sektor solar seiring dengan operasional proyek kilang di Kalimantan Timur.

“Saya juga menyampaikan bahwa dengan implementasi B50, maka insyaallah di tahun ini kita akan mengalami surplus untuk solar kita. Jadi, ini menjadi kabar baik begitu RDMP (refinery development master plan) di Kalimantan Timur sudah kita operasikan,” tambah Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM. 

YANG LAINNYA