Baca Juga: Mas Bahlil Ajukan Kuota Solar Subsidi Tahun 2027 Naik Jadi 19 Juta Kiloliter
Seiring berjalannya waktu, penambahan minyak sawit sebagai bahan bakar semakin ditambah kadarnya hingga mencapai 50 persen.
Mandatori B10 sampai B40 dilakukan sejak 2016 melalui program program hilirisasi kelapa sawit.
Lewat program ini, separuh dari kebutuhan solar harian di Indonesia bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri sendiri.
"Jadi dengan B50 ini, kita bisa mencukupi sekitar 50 persen konsumsi solar kita, atau setara 300.000 barel per hari," tutur Bahlil.
"Artinya, impor minyak mentah (crude) kita yang tadinya 1 juta barel per hari bisa turun menjadi sekitar 700.000 barel saja. Sebab, yang 300.000 barel sisanya sudah diganti pakai B50 dari minyak nabati (FAME) itu," jelas Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil juga akan memangkas kebutuhan bensin.
Ia seolah memberi sinyal kuat kepada pelaku industri dan masyarakat bahwa reformasi subsidi energi kini tengah berjalan secara nyata.
Menteri ESDM itu mengatakan pemerintah mengupayakan penerapan kebijakan Bioetanol atau E20 guna memangkas impor bensin.
Pengurangan impor bensin mulai dikurangi pemerintah mulai tahun ini dan targetnya sampai 2028.