Melalui simulator ini, para remaja diajak melihat langsung potensi kecelakaan yang bisa terjadi akibat kecerobohan di jalan.
Setelah itu, para siswa yang sudah berusia 17 tahun dan mengantongi SIM C ditantang mempraktikkan langsung kemampuan mereka di area course untuk dievaluasi oleh instruktur agar memiliki kebiasaan berkendara yang baik.
Pihak manajemen Astra Motor menegaskan bahwa di jalan raya, menurunkan ego dan emosi jauh lebih utama dibandingkan memprioritaskan rasa ingin menang sendiri.
"Jangan mencari siapa yang benar atau salah saat berkendara di jalan raya, namun mencari keselamatan lebih penting di atas kepentingan apa pun saat berkendara," ungkap Marketing Manager Astra Motor Yogyakarta, Julius Armando.
Melalui pelatihan intensif ini, Astra Motor berharap para siswa SMK tidak hanya mahir secara teknik operasional motor, tetapi juga matang secara emosional.
Memang sih, anak SMK kalau sudah kumpul bareng di pinggir jalan sering kali gampang terprovokasi karena emosinya belum stabil.
Menguji mereka lewat simulator Honda Riding Trainer adalah cara paling aman untuk memberi "tamparan" visual kalau berkendara pakai emosi itu taruhannya nyawa.