"Dampaknya akan terjadi sumbatan di jalur oli mesin yang mengakibatkan sirkulasi oli ke komponen di kepala silinder jadi tidak maksimal," jelas Ade yang bengkelnya berada di Jalan Raya Bogor KM 01 No.29, Depok, Jawa Barat.
Oya, Oli mesin yang ditampung bak oli akan disirkulasikan kembali oleh pompa oli ke mesin bagian atas seperti kepala silinder.
Makanya jika terjadi masalah pada sirkulasi oli mesin, part yang akan rusak pertama kali adalah komponen yang ada di kepala silinder, termasuk camshaft alias noken as.
2. Per Klep Terlalu Keras.
Penggunaan per klep yang terlampau keras juga membuat noken as jadi mudah aus atau baret.
Hal ini umumnya terjadi pada mesin motor yang sudah dimodifikasi untuk mengejar performa.
Buat kalian yang suka upgrade performa sebaiknya tidak asal mengganti per klep yang terlalu keras.
"Biasanya sering kejadian pada motor yang sudah bore up," sahut Maulidarmawan Saeputra, Pemilik bengkel Nalim Performance Tech (NPT_Racing12).
Per klep yang terlalu keras membuat tekanan rocker arm ke noken as menjadi besar.
Efeknya, mempercepat keausan atau bahkan membuat baret pada permukaan noken as.
Baca Juga: Sudah Tahu Belum, Ini Ciri-ciri Per Klep Motor Bekas Mulai Lemah
3. Usia Pemakaian.
Terakhir, noken as baret juga bisa disebabkan karena usia pemakaian.
Biasanya hal ini terjadi pada motor bekas yang sudah berumur.
"Faktor pemakaian yang sudah jangka panjang atau umur pemakaian juga bisa jadi penyebabnya," tuturnya.
Nah itu tadi beberapa hal yang bisa mempercepat keausan pada mesin motor.