GridOto.com - Sebuah Honda Brio berikut dengan sopirnya babak belur digebuki massa di kawasan Grand Galaxy Park, Bekasi Selatan, kota Bekasi, Jawa Barat.
Aksi main hakim itu terjadi setelah sopir dan teman wanitanya kabur saat dipergoki satpam ketika parkir di kawasan Ruko Sentra Bisnis 2, Bekasi Selatan, (31/5/26) malam.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali mengatakan, sebelum insiden tersebut, Brio merah yang dikemudikan MI bersama seorang wanita yang identitasnya belum diketahui sedang terparkir di kawasan Ruko Sentra Bisnis 3, Bekasi Selatan.
Menurut Rojali, petugas keamanan berinisial M menduga pengemudi dan penumpang hendak berbuat mesum di dalam mobil tersebut.
Saat dilakukan pemeriksaan, pengemudi diduga panik dan langsung melarikan diri.
"Saat hendak melakukan perbuatan tidak senonoh atau mesum, tidak lama kemudian datang sekuriti melakukan pengecekan terhadap kendaraan tersebut," ujar Rojali saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, (1/6/26) menukil Kompas.com.
Saat berusaha kabur, Honda Brio tersebut sempat menabrak tiang kaca di kawasan ruko sebelum melaju keluar area menuju kawasan Lagoon.
"Kendaraan sempat menabrak tiang kaca di area ruko dan melarikan diri ke arah Lagoon," beber Rojali.
Dalam pelariannya, Brio tersebut diduga menyenggol seorang pengendara motor yang identitasnya hingga kini belum diketahui.
Peristiwa itu kemudian memicu pengejaran oleh pengendara motor lainnya atas nama E dengan nomor polisi B 4751 KHE yang juga menjadi korban serta sejumlah pengguna jalan lainnya.
Baca Juga: Tragedi Anarkis di Kuta Bali, Toyota Avanza Beserta Pengemudi dan Istri Diamuk Massa
"Setelah berhasil dihentikan di kawasan Lagoon, mobil tersebut menjadi sasaran amukan massa," papar Rojali.
Video insiden tersebut kemudian viral dan beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, kaca depan, belakang serta bagian samping LCGC tersebut tampak pecah.
Sejumlah bagian bodi mobil juga mengalami kerusakan akibat dirusak massa yang emosi terhadap pengemudi.
Meski demikian, Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
"Hanya kerugian material," kata Rojali.
Rojali mengatakan, pengemudi Honda Brio mengalami luka-luka, terutama di bagian kepala, akibat amukan massa.
Ia kemudian dievakuasi oleh dua saksi bernama A dan G ke Rumah Sakit Hermina Galaxy untuk mendapatkan perawatan medis.
"Saat ini kendaraan Honda Brio diamankan di Polsek Bekasi Selatan," ujar Rojali.
Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polsek Bekasi Selatan, Iptu Sugiman mengatakan, hingga kini pihaknya belum dapat meminta keterangan dari pengemudi karena masih menjalani perawatan.
Baca Juga: Tragedi Toyota Calya Kesetanan di Gunung Sahari, Dikejar Polisi Lawan Arah Hingga Diamuk Massa
"Untuk sopirnya belum bisa dikonfirmasi karena menderita luka-luka di bagian kepala akibat aksi massa," kata Sugiman.
Selain itu, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak yang diduga menjadi korban tabrak lari.
"Sampai saat ini korban yang diduga menjadi korban tabrak lari belum ada laporan ke Polsek," ujar Sugiman.
Kini Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut, termasuk dugaan tabrak lari yang terjadi saat pengemudi berusaha melarikan diri usai didatangi petugas keamanan.
Usai insiden itu, JT (45) orang tua dari pengemudi Honda Brio berinisial MI (19) tersebut muncul dan membantah tuduhan anaknya melakukan aksi tabrak lari seperti narasi yang beredar.
Menurut JT, informasi yang menyebut anaknya menabrak warga lalu melarikan diri masih sebatas dugaan dan belum terbukti kebenarannya.
"Jadi yang katanya massa pada teriak maling, anak saya menyerempet anak kecil, kemudian tabrak orang lari, itu semuanya tidak ada," ujar JT saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, (1/6/26) melansir Kompas.com.
Meski demikian, JT menyatakan pihak keluarga siap bertanggung jawab apabila di kemudian hari terdapat pihak yang benar-benar menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
"Jika pihak-pihak yang mungkin terserempet atau apa, kami siap menyelesaikan secara kekeluargaan," tutur JT.
Ia mengatakan, hingga kini keluarga masih menunggu apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan membutuhkan penyelesaian, baik terkait biaya pengobatan maupun ganti rugi.
Menurut JT, sampai saat ini belum ada laporan resmi dari korban yang diduga terlibat dalam insiden tersebut kepada pihak kepolisian.
JT mengungkapkan, anaknya mengalami sejumlah luka setelah menjadi sasaran amukan massa yang menghentikan mobilnya pada Minggu malam.
"Anak saya mengalami luka di kepala karena dihajar pakai helm. Kemudian sundutan rokok juga ada di beberapa bagian tubuh. Bahkan ada yang masukin pecahan kaca ke dalam mulutnya," beber JT.
Saat ini, kata dia, kondisi MI masih dalam tahap pemulihan dan menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit di Bekasi Selatan.
Karena itu, keluarga belum berencana melaporkan dugaan penganiayaan yang dialami MI.
"Saat ini lebih fokus dulu ke kondisi anak saya. Karena memang masih dalam perawatan," ujar JT.
JT juga menanggapi informasi yang beredar terkait dugaan anaknya melarikan diri setelah dipergoki hendak melakukan perbuatan tidak senonoh di dalam mobil bersama seorang wanita.
Ia meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan kebenaran informasi tersebut sebelum ada pembuktian dari pihak berwenang.
"Mengenai pemberitaan itu adalah tugasnya yang berwenang untuk bisa membuktikan apa keterangan yang diberikan itu valid, terverifikasi, dan bisa dibuktikan kebenarannya," tegas JT.