GridOto.com - Seorang mahasiswa pemilik Honda Scoopy alami kerugian Rp 16,5 juta saat nongkrong di warung kopi (warkop) sejak pukul 04:00 WIB subuh.
Ia kelimpungan saat akan pulang sekitar pukul 06:30 WIB, karena Honda Scoopy nopol S 2389 NCI miliknya sudah lenyap tanpa bekas.
Informasinya, aksi pencurian motor pengunjung warkop itu terjadi di kawasan Jalan Ngagel Jaya Selatan, Pucang Sewu, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, (2/5/26) pagi.
Pemiliknya bernama Rifqi (20), mahasiswa jurusan Manajemen Pemasaran di salah satu Universitas Swasta kota Surabaya.
Korban Rifqi menceritakan, dirinya mulai nongkrong di warkop tersebut sejak pukul 04.00 WIB.
Lalu, ia hendak pulang dari nongkrong sekitar pukul 06.30 WIB, dan ternyata motor maticnya raib.
Saat memeriksa rekaman CCTV di warkop tersebut, ternyata Honda Scoopy miliknya dicuri dua orang pria misterius sekitar pukul 05.56 WIB.
Baca Juga: Pemilik Honda Scoopy Rugi Rp 20 Jutaan, Bermula Ngopi di Warkop Guyangan Nganjuk
Kedua pelaku berboncengan mengendarai motor jenis matic warna merah. Seorang pelaku bertindak sebagai eksekutor.
Pelaku memakai kaus lengan panjang warna hitam, bercelana panjang warna hitam, dan bersepatu hitam.
"Saya keluar dari situ, motor saya sudah tidak ada. Setelah itu saya minta bantuan karyawan mengecek CCTV. Kemalingannya di jam 05.56-an," ujarnya saat dihubungi, (7/5/26) mengutip TribunJatim.com.
Akibat insiden tersebut, ia mengalami kerugian sekitar Rp16,5 juta. Apalagi motor tersebut dibeli secara kontan, beberapa tahun lalu.
Namun, Rifqi sudah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Gubeng. Dan ia berharap para pelaku dapat segera ditangkap.
Mengingat, aksi pencurian motor kerap menimpa pengunjung warkop tersebut, sebelum kejadian yang dialaminya.
"Saya sudah lapor ke Polsek Gubeng. Beli lunas sekitar Rp16,5 juta. Di lokasi itu katanya juga sering kejadian," pungkasnya.
Kemudian, warga sekitar Budi mengatakan, dirinya tak menampik aksi pencurian kerap terjadi di sepanjang jalan tersebut.
"Kalau di jalan sini ya lumayan sering. Kadang di jalan juga ada aksi penjambretan juga, tapi gak mesti. Kadang ya malam hati rawan," kata Budi.