Teknologi Autonomous Driving VLA 2.0 Bisa Diterapkan di Luar Cina? Begini Penjelasan Bos Xpeng

Naufal Shafly - Senin, 4 Mei 2026 | 12:30 WIB

Test drive Xpeng P7

GridOto.com – Xpeng terus mengembangkan teknologi berkendara otonomnya, termasuk sistem terbaru bernama VLA 2.0.

Namun, pertanyaan besarnya, apakah teknologi ini bisa digunakan di luar Cina dengan kondisi jalan dan lalu lintas yang berbeda-beda di tiap negara?

Saat ditanya tentang hal tersebut, He Xiaopeng, Chairman and CEO Xpeng, menjelaskan bahwa ekspansi teknologi autonomous driving ke pasar global sebenarnya sudah masuk dalam rencana perusahaan.

Bahkan, mulai kuartal keempat tahun ini hingga kuartal kedua tahun depan, mereka menargetkan peningkatan kapasitas penjualan di berbagai negara.

Meski begitu, implementasi teknologi tersebut tidak bisa dilakukan secara instan.

Xiaopeng menegaskan, penerapan di tiap negara tetap harus menyesuaikan kebijakan serta regulasi lokal yang berlaku.

“Realisasi di setiap negara bergantung pada regulasi setempat. Tapi kalau aturan sudah siap, teknologi kami bisa diterapkan secara luas,” ungkap perwakilan Xiaopeng saat ditemui di Auto China 2026.

Saat ini, Xiaopeng juga melihat bisnisnya mulai berkembang ke lebih banyak negara, seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik dan fitur otonom.

Untuk tahap awal, Ia menyiapkan dua pendekatan untuk pasar global.

Baca Juga: Bukan GX, Ini Mobil Xpeng yang Berpotensi Masuk ke Indonesia

Pertama adalah fitur dasar seperti Adaptive Cruise Control (ACC) dan Lane Centering Control (LCC), yang relatif lebih mudah diterapkan di berbagai kondisi jalan.

Sementara itu, versi penuh dari sistem otonom yang menjadi bagian dari pengembangan VLA 2.0, akan hadir secara bertahap.

Sistem ini diklaim mampu menghadirkan kemampuan berkendara otonom secara menyeluruh, dengan dukungan kecerdasan buatan.

Namun, penerapan penuh teknologi tersebut masih menunggu kesiapan regulasi di masing-masing negara, termasuk standar keselamatan dan aturan penggunaan di jalan raya.

Xiaopeng juga optimistis bahwa teknologi autonomous driving miliknya dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi lalu lintas global, meski karakter jalan di tiap negara berbeda-beda.

"Kami juga berharap nantinya teknologi Xiaotong bisa benar-benar digunakan dan berkembang di industri lokal di masing-masing negara," tutupnya.

YANG LAINNYA