Pertama adalah fitur dasar seperti Adaptive Cruise Control (ACC) dan Lane Centering Control (LCC), yang relatif lebih mudah diterapkan di berbagai kondisi jalan.
Sementara itu, versi penuh dari sistem otonom yang menjadi bagian dari pengembangan VLA 2.0, akan hadir secara bertahap.
Sistem ini diklaim mampu menghadirkan kemampuan berkendara otonom secara menyeluruh, dengan dukungan kecerdasan buatan.
Namun, penerapan penuh teknologi tersebut masih menunggu kesiapan regulasi di masing-masing negara, termasuk standar keselamatan dan aturan penggunaan di jalan raya.
Xiaopeng juga optimistis bahwa teknologi autonomous driving miliknya dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi lalu lintas global, meski karakter jalan di tiap negara berbeda-beda.
"Kami juga berharap nantinya teknologi Xiaotong bisa benar-benar digunakan dan berkembang di industri lokal di masing-masing negara," tutupnya.