Di mode X Smart Mode ini, sistem dengan cerdas memilih pembagian traksi secara otomatis sesuai jenis permukaannya.
Antara pasir atau tanah, kering atau basah, tanjakan atau turunan, X Smart Mode yang memikirkan semuanya dan pengemudi tinggal fokus ke gas-rem dan olah kemudi.
Baca Juga: JETOUR G700 dan T2 i-DM Sudah Diuji Keandalannya, Cocok Masuk Indonesia?
Saat kami menggunakannya di ragam obstacle, Jetour T2 relatif bisa melewati semua dengan mudah.
Tentu saja untuk ukuran medan offroad yang wajar bagi mobil standar.
Faktor lain yang membuatnya berbakat offroad adalah situasi bodi. Ia punya ground clearance di jarak 220 mm dengan sudut approach angle 39 derajat, departure angle 33 derajat, dan ramp angle 25 derajat.
Aneka sudut ini membuat kami tidak cemas saat melewati tanjakan terjal atau gundukan tinggi di bawah mobil.
Oh ya, di bawah sasis itu ada plat logam yang ditujukan untuk perlindungan ekstra.
Baca Juga: Jetour T2, Spesies Paling Laki di Antara SUV Chindo di Indonesia
Last but not least adalah spesifikasi ban standar.
Jetour T2 sudah memakai ban jenis AT (all terrain) yang cukup kasar kembangnya.
Semakin kasar kembangnya, semakin jago di jalan jelek dan itu sekaligus menunjukkan orientasinya yaitu SUV yang lebih berbakat offroad.