Harga Plastik dan Baterai Naik, Bos ALVA Buka Suara Soal Harga Motor Listrik

Wisnu Andebar - Rabu, 29 April 2026 | 13:15 WIB

ALVA pastikan harga motor listriknya aman

GridOto.com - Kenaikan harga bahan baku plastik mulai terasa dampaknya ke industri otomotif, termasuk segmen kendaraan listrik roda dua.

Hal ini diakui Chief Executive Officer ALVA, Purbaja Pantja, yang menyebut lonjakan tersebut tidak lepas dari kondisi global yang memengaruhi rantai pasok.

Ditemui di Tangerang Selatan, Selasa (28/4/2026), Purbaja menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik berkaitan erat dengan fluktuasi harga minyak dunia.

Bahan baku plastik sendiri merupakan turunan minyak bumi yang melalui beberapa tahapan proses.

“Kalau kita cerita raw material, sayangnya memang dengan keadaan dunia seperti ini, di mana harga minyak lumayan signifikan ya, tentunya ada impact ke turunannya, di mana turunannya salah satunya adalah plastik,” ujarnya.

Ia memaparkan alur produksinya dimulai dari minyak mentah yang diolah menjadi nafta, kemudian dikonversi menjadi etilena sebelum akhirnya menjadi plastik sebagai bahan baku berbagai komponen otomotif.

“Dari minyak, terus ke nafta, nafta jadikan etilena, lalu dijadikan plastik, yang tentunya itu impact-nya lumayan drastis,” jelasnya.

Wisnu/GridOto.com
Chief Executive Officer ALVA, Purbaja Pantja (kiri) dan Putu Swaditya Yudha, Chief Marketing Officer ALVA (kanan)

Kondisi ini turut dipengaruhi tensi geopolitik global yang mengganggu distribusi energi dan berdampak pada pasokan minyak mentah, sehingga merembet ke industri petrokimia, termasuk plastik.

Meski tekanan biaya sudah terasa, ALVA menegaskan hingga saat ini belum menaikkan harga jual produknya.

Baca Juga: ALVA Resmikan Studio Indy Bintaro, Dealer Motor Listrik dengan Fasilitas Lengkap

Perusahaan masih menahan harga sambil memantau perkembangan biaya bahan baku di pasar.

“So far kami belum menaikkan harga jual produk, jadi untuk sekarang kita terus pantau perkembangannya. Tapi kalau kita melihat raw material secara keseluruhan memang peningkatan itu ada,” kata Purbaja.

Ia menambahkan, keputusan penyesuaian harga tidak bisa diambil secara terburu-buru karena banyak faktor yang harus dipertimbangkan, mulai dari biaya komponen hingga kondisi pasar.

“Kalau kita cerita mengenai harga dan lain-lain, tentunya semuanya kita pikirin lah ya, harga komponen, terus juga karena memang komponen ini pun juga harganya dibasiskan USD, jadi itu juga tentunya kita pikirkan seperti apa,” lanjutnya.

Selain plastik, kenaikan biaya juga datang dari komponen utama lain seperti baterai.

Salah satu bahan pentingnya, yakni lithium carbonate, disebut mengalami lonjakan harga signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

“Kalau kita mau melihat tren, sebenarnya enggak susah, salah satu yang menjadi komponen utama untuk baterai itu adalah lithium carbonate. Lithium carbonate itu harganya sejak tahun lalu itu kenaikannya sudah lumayan, berlipat-lipat juga,” ungkapnya.

Di tengah tekanan tersebut, ALVA memastikan lini produknya seperti ALVA ONE XP, ALVA CERVO, hingga ALVA N3 Next Gen masih dipasarkan dengan harga yang sama.

Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli konsumen, meski di sisi lain perusahaan tetap harus mengelola kenaikan biaya produksi.

Dengan demikian, meskipun harga bahan baku seperti plastik dan baterai mengalami kenaikan, ALVA untuk saat ini memilih menahan harga jual produknya sambil mencermati dinamika pasar ke depan.

YANG LAINNYA