Akselerasi 0–100 km/jam diklaim tembus 4,6 detik, serta kemampuan melibas genangan air hingga 970 mm.
Di sisi lain, kenyamanan tetap diperhatikan lewat fitur seperti kursi pijat dan sistem audio premium yang menunjang pengalaman berkendara.
Sementara itu, JETOUR T2 i-DM hadir dengan pendekatan yang lebih seimbang antara performa dan efisiensi.
SUV plug-in hybrid ini dibekali mesin hybrid 1.5TD-3DHT dengan total tenaga 280 kW dan torsi 610 Nm, yang terasa responsif saat diuji dalam berbagai kondisi, termasuk akselerasi hingga jalan bergelombang.
Karakter berkendara yang fleksibel dipadukan dengan teknologi modern, seperti penggunaan Snapdragon 8155 Smart Chip, layar kontrol 15,6 inci, serta fitur 540° panoramic imaging.
Tidak hanya itu, fitur pendukung seperti suplai daya eksternal dan kabin yang senyap membuatnya tetap nyaman untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Melalui uji kendara ini, JETOUR memperlihatkan bagaimana dua model tersebut dirancang dengan karakter berbeda untuk kebutuhan yang beragam.
Pendekatan ini sekaligus memberi gambaran potensi keduanya untuk menjawab kebutuhan pasar, termasuk Indonesia, baik di segmen SUV tangguh maupun elektrifikasi yang terus berkembang.
Sebagai informasi, saat ini JETOUR sudah memasarkan beberapa model di Indonesia seperti JETOUR T2, JETOUR Dashing, dan JETOUR X70 Plus.
Kehadiran lini produk ini menunjukkan keseriusan brand dalam menggarap pasar Tanah Air.
Lantas, apakah JETOUR G700 dan JETOUR T2 i-DM bakal dibawa ke Indonesia? Menarik untuk ditunggu.