Kota ini juga mengandalkan energi bersih dari fuel cell berbasis hidrogen serta sistem data terintegrasi yang menghubungkan seluruh elemen kota secara real-time.
Konsep Kakezan yang berarti “perkalian” menjadi filosofi kolaborasi dalam Woven City, di mana berbagai pihak bekerja sama untuk melipatgandakan inovasi.
Teknologi seperti AI Vision Engine dan Integrated ANZEN System memungkinkan kota memahami kondisi secara real-time, memprediksi risiko, serta meningkatkan keselamatan melalui koordinasi sistem yang terhubung.
Baca Juga: Hadapi Tantangan Keras, Bos Toyota Ungkap Kultur Pelayanan Bukan Hal Yang Mudah Direplikasi
“Toyota melihat bahwa perkembangan solusi mobilitas di masa depan akan sangat dipengaruhi oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Inovasi teknologi berbasis AI tidak hanya mempermudah aktivitas manusia, namun juga memberikan nilai tambah seperti lebih inklusif, lebih aman, lebih nyaman, dan lebih bermanfaat.
Dengan dukungan teknologi canggih yang terus dikembangkan, produk dan layanan Toyota dirancang untuk dapat terus diperbarui baik dari sisi kapabilitas maupun pendekatan sehingga selalu relevan dan dapat diandalkan oleh Masyarakat. Lebih dari itu, seluruh inovasi ini merupakan bagian dari komitmen Toyota dalam mewujudkan ‘Mobility for All’ secara global,” jelas Vice President Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily.
Nah, sejalan dengan itu, Toyota Indonesia juga terus memperkuat transformasi sebagai perusahaan mobilitas sejak 2018.
Melalui konsep Total Mobility Solution, Toyota menghadirkan berbagai solusi, termasuk kendaraan hybrid yang semakin diminati karena dinilai ramah lingkungan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, pengembangan teknologi seperti Toyota Safety Sense (TSS) dan aplikasi mToyota turut mendukung pengalaman mobilitas yang lebih aman dan terhubung.