“Betul sekali jadi safety dan visibility,” katanya.
Suhendra mengatakan pasar tahun 2025 lalu turun cukup signifikan, berada di kisaran 30 persen dibanding tahun 2024.
“Penurunan ini bukan sekadar adanya penurunan penjualan mobil pada tahun lalu ya,” jelas pria yang berkantor di Kawasan Jakarta Pusat ini.
Ia menilai ada beberapa hal yang menjadi penyebab penurunan penjualan ini. “Utamanya soal pola penggunaan kendaraan,” jelasnya.
Menurutnya, mobilitas masyarakat saat ini berkurang mobilitas dengan menggunakan kendaraan pribadi.
“Penggunaan kendaraan berkonsekuensi, pada masa pakai lampu yang semakin lama. Sehingga kebutuhan untuk membeli produk berkurang,” jelasnya.
Pola penggunaan kendaraan di waktu malam juga ikut mempengaruhi masa pakai bohlam lampu. “Saya melihat saat ini, penggunaan mobil di waktu malam juga punya kecenderungan berkurang. Ini juga pengaruh ke masa pakai bohlam,” jelasnya.
Seperti diketahui masa pakai bohlam dihitung dari jam pakai.
Baca Juga: Autovision Bicara Peluang Pasar Lampu Aftermarket, Dari BiLED hingga Lampu Tembak