Baca Juga: Cocok Jadi Mobil Keluarga dan Para Eksekutif, Mercedes-Benz VLE Tampil Mewah Plus Canggih
Mercedes mengklaim jarak tempuh maksimum hingga 473 mil (762 km) berdasarkan standar WLTP dari baterai 94 kWh.
Selain itu, mobil ini mampu menambah jarak tempuh hingga 325 km hanya dalam 10 menit pengisian menggunakan DC fast charger berdaya tinggi.
Di balik bodinya, C-Class listrik dilengkapi suspensi udara opsional, sistem peredam adaptif berbasis data Car-to-X dan peta, serta rear-axle steering hingga 4,5 derajat.
Teknologi ini membuat radius putar menyusut menjadi 11,2 meter, meningkatkan kelincahan di perkotaan sekaligus stabilitas saat melaju kencang.
Dari sisi software, ia menggunakan platform terbaru MB.OS yang mendukung pembaruan over-the-air, asisten suara berbasis AI dengan memori, sampai navigasi augmented reality.
Kemduian fitur opsional MB.DRIVE ASSIST PRO, sistem mengemudi otonom level 2 yang memungkinkan bantuan berkendara dari titik ke titik, termasuk di lalu lintas padat.
Kabarnya, peluncuran perdana akan dimulai di Amerika Serikat, sebelum menyusul ke pasar lain tergantung regulasi.
Strategi ini menunjukkan bahwa Mercedes melihat peluang besar di pasar tersebut, terutama karena pilihan sedan EV premium masih relatif terbatas.