Panjang pagar juga berpengaruh, di mana pagar di bawah 5 kilometer kurang konsisten, sementara yang lebih panjang cenderung lebih optimal.
Salah satu keunggulan jalan merah ini adalah dampaknya yang relatif kecil terhadap lingkungan.
Lapisan thermoplastik tidak mengubah struktur jalan maupun sistem drainase, menghasilkan kebisingan lebih rendah dibandingkan polisi tidur, serta mudah diperbaiki atau dihapus jika diperlukan.
Hal ini menjadikan proyek tersebut sebagai uji coba atau pilot project yang berpotensi diterapkan di wilayah lain, terutama jalan yang melintasi habitat satwa.
Langkah India ini sejalan dengan tren global dalam pembangunan infrastruktur ramah lingkungan.
Negara lain seperti Chile juga mulai menerapkan pendekatan serupa.
Baca Juga: Tol di Indonesia Bakal Bisa Jadi Landasan Pesawat Tempur, Spek Aspal Naik Kelas?
Pada 2026, pemerintah Chile merencanakan pembangunan jalan sepanjang 126 kilometer di Pulau Chiloé yang dilengkapi tujuh koridor ekologis khusus satwa liar.
Keberhasilan proyek jalan merah ini nantinya akan diukur dari beberapa indikator, seperti penurunan kecepatan kendaraan, berkurangnya kecelakaan dengan satwa, serta tingkat penggunaan underpass oleh hewan.
NHAI menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan kebutuhan manusia, keselamatan lalu lintas, dan perlindungan ekosistem, terutama di tengah semakin luasnya pembangunan jalan yang melintasi habitat alami.
Jika terbukti efektif, konsep jalan yang “berkomunikasi dengan pengemudi” ini berpotensi menjadi standar baru di kawasan sensitif di masa depan.