BBM yang dikumpulkan diduga dijual ke beberapa perusahaan.
"Modus operandi para pelaku yakni memanfaatkan barcode untuk melakukan pengisian BBM hingga ratusan liter di SPBU."
"BBM tersebut kemudian disedot dan ditimbun, lalu kemudian berpindah ke SPBU lain untuk kembali melakukan pengisian dengan cara serupa," ujar Herman.
Praktik penimbunan BBM bersubsidi ini, kata Herman, seringkali disertai dengan pengancaman fisik kepada petugas SPBU.
Hal ini membuat pelaku berhasil mengumpulkan BBM kemudian dijual kepada pihak-pihak yang tidak berhak.
Akibatnya, masyarakat kesulitan mendapatkan BBM subsidi di SPBU hingga menyebabkan antrean panjang dan menimbulkan kelangkaan BBM.
"Saat ini penyelidikan maaih terus dikembangkan guna menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut," tandas Herman.