Demi Langsing, Ini Alasan Motor Drag Diet Ketat Dari Rangka Sampai Ban

Ferdian - Rabu, 15 April 2026 | 14:30 WIB

Salah satu motor drag milik pria dengan julukan Insane yang berasal dari Salatiga, Jawa Tengah

GridOto.com - Sudah bukan rahasia lagi kalau bentuk motor drag pasti ramping dan minimalis dengan ukuran ban mungil.

Bak diet ketat, ubahan pada motor drag memang dibuat seringan mungkin dengan fungsi yang jelas dan tidak asal-asalan.

Ambil contoh dari bagian paling mencolok yang mana motor terasebut identik dengan ban yang kecil dan tipis.

"Penggunaan ban kecil pada berbagai kelas di kompetisi drag tujuannya buat meningkatkan akselerasi dan kecepatan motor," buka Insane, julukan salah seorang pemilik motor drag asal Salatiga, Jawa Tengah ini.

Yap, meski memakai ban ukuran kecil tentu mekanik juga harus memikirkan daya cengkeram supaya motor tidak terlalu liar dan buang-buang waktu karena spinning.

Nah, di sinilah pentingnya kombinasi joki berpengalaman dan setting mesin.

Baca Juga: Cegah Balap Liar Polresta Magelang Gelar Lomba Drag Bike, Peserta Membludak

Istimewa
Salah satu motor yang diberi pemberat pada bagian setang untuk memenuhi kualifikasi

Lalu ke bagian depan, meski tak semuanya ada, biasanya sering terlihat pemberat 

Lanjut ke bagian depan, sering terlihat ada besi atau pemberat di setang.

Banyak yang mengira ini cuma aksesoris, padahal fungsinya krusial dan berpengaruh ke lolos tidaknya motor dan joki.

"Jadi pemberat ini bukan cuma aksesoris tapi juga syarat untuk lolos kualifikasi terkait dengan bobot motor plus joki yang sudah ditentukan dari panitia," jelasnya.

Penting diketahui juga kalau pemberat ini tidak boleh benda berbahaya seperti gir atau benda tajam berbahaya, melainkan lempengan timah yang terikat kuat pada rangka motor.

"Kalau joki ketahuan membawa pemberat yang disembunyikan langsung akan didiskualifikasi," tambahnya.

Selain itu, motor drag biasanya tampil bersih alias dipreteli sesimpel mungkin.

Banyak komponen bodi seperti lampu, spion, atau cover dilepas.

Tujuannya sederhana yakni mengurangi bobot.

Semakin ringan motor, semakin cepat juga akselerasinya. Dalam balap drag yang jaraknya pendek, setiap kilogram punya pengaruh besar.

Baca Juga: Perkuat Persaudaraan dan Solidaritas, Hogers Indonesia Gelar Event Drag Bike

Karena itu, hanya komponen yang benar-benar penting saja yang dipertahankan.

Dari sisi suara, motor drag juga punya karakter yang khas lebih “kering” dan terdengar agresif.

Ini berasal dari kombinasi kompresi mesin yang tinggi, setting pengapian yang dibuat maksimal, serta penggunaan knalpot racing yang minim peredam.

Semua disetting bukan untuk kenyamanan, tapi murni untuk performa.

Beberapa motor drag bahkan mengalami perubahan di bagian tangki dan rangka. 

"Kalau di motor saya ada yang ditipiskan dan dipotong, tapi itu semua kembali ke kelas yang dilombakan," tambahnya.

Selain rangka, swing arm juga jadi komponen penting.

Selain memakai bahan yang ringan, ada motor yang dibuat dengan jarak sumbu roda lebih panjang.

Tujuannya untuk mengurangi risiko wheelie dan meningkatkan stabilitas saat akselerasi.

Tapi ini juga gak bisa sembarangan. Kalau terlalu panjang, justru bisa mengurangi respons awal saat strat.

Jadi semuanya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter motor.

YANG LAINNYA