Hindari Selat Hormuz, Hyundai Terpaksa Ubah Jalur Kapal Logistiknya Lewat Benua Ini

Ferdian - Minggu, 12 April 2026 | 10:50 WIB

Ilustrasi logo Hyundai

Ambisi Hyundai di pasar Amerika Serikat mencerminkan kekhawatiran Muñoz terhadap globalisasi: penggunaan rantai pasok domestik hingga 80% dan kapasitas produksi mencapai 1,2 juta unit per tahun.

Gangguan di Selat Hormuz, jika tidak segera teratasi, berpotensi berdampak besar pada industri manufaktur global, termasuk otomotif.

Korea Selatan termasuk negara yang cukup rentan, karena sekitar 70% impor naftanya berasal dari kawasan Teluk bahan baku penting untuk plastik otomotif dan karet sintetis.

Selain itu, pasokan helium untuk ruang bersih semikonduktor juga menurun tajam setelah kondisi force majeure diumumkan di fasilitas Qatar.

Harga aluminium pun ikut melonjak akibat pemangkasan produksi di smelter besar kawasan Teluk.

Baca Juga: Menarik, Mobil Bekas Hyundai Stargazer 2022, Harga Jadi Segini

Di tengah kondisi perdagangan yang penuh ketidakpastian, Muñoz masih melihat sedikit optimisme.

Ia mencatat bahwa penjualan kendaraan elektrifikasi pada kuartal pertama meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu, sebagian didorong oleh kenaikan harga bensin yang mempercepat minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.

Namun, keberlanjutan tren ini masih belum pasti.

Di sisi lain, produsen otomotif China juga terus memperkuat posisi di pasar global kendaraan energi baru.

Awal bulan ini, BYD bahkan menaikkan target penjualan luar negeri 2026 dari 1,3 juta unit menjadi 1,5 juta unit.

YANG LAINNYA