GridOto.com - Efek perang di Timur tengah bergejolak dan ketatnya selat Hormuz, Hyundai Motor Company gerak cepat mengubah rute pengiriman kapalnya.
Pabrikan asal Korea Selatan ini mengalihkan rute pengiriman kapal melalui Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) untuk menghindari Selat Hormuz yang terganggu.
Imbasnya waktu tempuh dalam rantai pasok globalnya tentu bertambah.
Dalam wawancara 8 April dengan Bloomberg, CEO José Muñoz menyampaikan secara tegas alasannya: “Globalisasi sudah berakhir. Benar-benar sudah berakhir.”
Rute baru yang memutar melalui selatan Afrika akan menambah waktu pengiriman antara 10 hingga 15 hari untuk komponen yang dikirim dari Korea Selatan ke Eropa.
Jalur pasokan yang stabil ke Eropa sangat krusial bagi perusahaan ini, mengingat 82,8% dari total penjualan gabungan Hyundai dan Kia pada 2025 berasal dari pabrik di Korea Selatan.
Muñoz juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengevaluasi solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan sourcing komponen langsung dari Eropa.
Namun, pemindahan sumber komponen ke Eropa bukan sekadar langkah darurat.
Baca Juga: Hyundai Recall Palisade 2026 di AS, Dipicu Anak Kejepit Jok Elektrik
Uni Eropa saat ini tengah mengarah pada kebijakan mirip USMCA yang mewajibkan kandungan lokal misalnya hingga 70% komponen kendaraan listriksehingga produksi lokal menjadi kebutuhan, terlepas dari konflik Iran.