GridOto.com - Perlahan dunia berubah, tindak pidana pencurian motor kini mulai terang-terangan terjadi.
Oleh itu ada baiknya pasang GPS (Global Positioning System) di motor buat jaga-jaga.
Karena GPS adalah sistem navigasi berbasis satelit yang mampu menentukan lokasi secara akurat di permukaan bumi.
Teknologi ini bekerja dengan menerima sinyal dari minimal empat satelit untuk menentukan posisi tiga dimensi.
Dalam konteks kendaraan, GPS tracker memungkinkan pemilik memantau posisi motor secara real-time melalui aplikasi.
Terdapat dua jenis utama, yakni GPS aktif dan pasif.
GPS aktif mengirimkan data lokasi secara terus-menerus, sementara GPS pasif hanya menyimpan data yang bisa diakses kemudian.
GPS aktif kini lebih banyak digunakan karena kemampuannya dalam pelacakan langsung, meski membutuhkan kartu SIM dan koneksi data.
Selain itu, beberapa perangkat juga terhubung dengan sistem kelistrikan motor, sehingga dapat membantu mencegah kendaraan dihidupkan saat dicuri.
Sudah banyak kasus motor ditemukan berkat aktifnya sistem alat pelacak yang ditanam di motor tersebut.
Baca Juga: Gudang Motor Malingan di Matraman Terbongkar, Berkedok Bengkel Tapi Nolak Layani Servis
Mulai dari pengungkapan kasus pencurian motor di kawasan Cimanggis, Depok yang pelakunya gagal melarikan diri karena dilengkapi GPS.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (7/4/2026) siang itu sempat viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, warga mendatangi sebuah rumah di Gang Adam yang diduga menjadi lokasi pelaku bersembunyi.
Dikutip dari Tribunnews, sebelumnya pelaku sempat membawa kabur motor milik pengemudi ojek online ke arah Bogor.
Namun, motor tersebut tidak bisa dihidupkan. Sistem pengaman berbasis GPS membuat motor terkunci sekaligus terus mengirimkan lokasi.
Situasi ini mempersempit ruang gerak pelaku hingga akhirnya berhasil dilacak.
Warga yang mengetahui posisi tersebut langsung mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku.
Pelaku sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Kasus lain dan lebih besar sebelumnya juga terjadi di Jakarta.
Yakni pengungkapan gudang motor curian di kawasan Matraman, Jakarta Timur.
Baca Juga: Polisi Cerdik, Endus Gudang Motor Curian di Matraman Lewat Jejak Sinyal GPS
Polres Metro Jakarta Timur menggerebek sebuah rumah kontrakan yang dijadikan gudang motor curian pada September 2025 setelah mendeteksi sinyal GPS dari salah satu kendaraan korban.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Teta, mengatakan penyelidikan dimulai dari informasi motor korban masih mengirimkan sinyal lokasi.
"Tim unit Ranmor mendapatkan informasi motor tersebut terdapat GPS yang aktif dan selanjutnya melakukan penyelidikan," ujarnya.
Dari pelacakan tersebut, polisi menemukan lokasi motor di kawasan Matraman.
Penggerebekan kemudian dilakukan dan mengungkap skala kejahatan yang lebih besar.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan menyebut, pihaknya menemukan sekitar 12 unit motor curian di lokasi tersebut.
Selain itu, polisi juga mengamankan berbagai alat kejahatan, seperti kunci T, magnet pembuka kunci, senjata tajam, hingga senjata api rakitan.
Sebagian motor dikembalikan kepada korban, sementara sisanya masih dalam proses identifikasi karena belum ada laporan resmi.
Kasus lain terjadi di Cinere, Depok pada Juni 2026 yang menunjukkan bagaimana GPS bisa langsung digunakan oleh korban.
Seorang penjual bakso berinisial VA kehilangan motornya yang terparkir di dekat tempat usahanya.
Baca Juga: GPS Nggak Pernah Bohong, Honda BeAT Bawa Polisi ke Markas Curanmor
Setelah menyadari motornya hilang, ia teringat motornya tersebut dilengkapi GPS.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menjelaskan korban kemudian membuka aplikasi pelacak di ponselnya.
Dari sana, lokasi motor terdeteksi tidak jauh dari tempat kejadian.
Korban segera menghubungi polisi dan bersama-sama menuju titik tersebut.
"Di rumah kontrakan, didapati motor korban terparkir. Setelah diperiksa, ada tiga orang yang dicurigai pelaku," kata Made.
Ketiga pelaku kemudian mengakui perbuatannya dan langsung diamankan.
Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, mulai dari kunci letter T, senjata tajam, hingga plat nomor kendaraan.