Viral Pemilik Motor Terbakar Klaim Tak Boleh Pakai APAR SPBU, Pertamina Bilang Begini

Ferdian - Minggu, 5 April 2026 | 09:45 WIB

Motor terbakar di SPBU disebut tak boleh gunakan APAR. Pertamina berakhir buka suara

“Posisi di SPBU Sriwijaya itu, motor berada di belakang pompa, sementara bagian depan dekat jalan raya digunakan untuk mobil.

Setelah pengisian, motor dituntun ke pintu keluar,” ujar Taufiq, Sabtu (4/4/2026).

Di titik keluar inilah masalah muncul.

Motor tidak kunjung menyala, lalu kedua orang tersebut terlihat mengutak-atik kendaraan.

Dugaan sementara, kata dia, bukan karena kehabisan bahan bakar, melainkan faktor kelistrikan atau komponen kendaraan.

“Dari CCTV terlihat ada percikan api dari mesin saat diutak-atik.

Pada saat itu, pandangan operator terdekat tertutup mobil atau kendaraan yang sedang dilayani,” jelasnya.

Taufiq menegaskan, saat terdengar teriakan, operator tidak serta-merta meninggalkan pos.

Ia terlebih dahulu memastikan keamanan di dispenser tempatnya bertugas, sebelum kemudian berlari membawa alat pemadam api ringan (APAR).

Baca Juga: Maling Motor Berakhir Pasrah di Kasur Rumah Sakit, Aksi di SPBU Gagal Total

“Secara prosedur, operator harus memastikan area kerja aman terlebih dahulu.

Misalnya masih ada pengisian kendaraan, itu harus diamankan agar tidak menimbulkan risiko lebih besar seperti tumpahan BBM,” tegasnya.

Ia juga menepis anggapan bahwa petugas enggan membantu.

Menurutnya, dalam situasi darurat, prinsip yang dipegang adalah kemanusiaan, bukan perhitungan biaya.

“Kami tidak pernah meminta ganti rugi kepada konsumen atas penggunaan fasilitas seperti APAR dalam kondisi darurat. Itu bagian dari respons kemanusiaan,” katanya menukil TribunJateng.

Terkait penggunaan APAR, Taufiq menyebut secara prinsip bisa digunakan siapa saja.

Namun dalam praktiknya, masyarakat cenderung menyerahkan kepada operator karena mereka telah dibekali pelatihan keselamatan.

“Operator sudah dilatih untuk penanganan awal kebakaran di SPBU. Jadi wajar kalau masyarakat langsung meminta bantuan petugas,” ujarnya.

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan sebelum mengisi BBM.

Sebab, tidak semua masalah kendaraan berkaitan dengan bahan bakar.

“Ini musibah yang bisa terjadi kapan saja. Penting bagi pengguna untuk memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem kelistrikan dan komponen lainnya,” pungkasnya.

YANG LAINNYA