Tak Semua Paham, BBM yang Disimpan Terlalu Lama Kualitasnya Bisa Menurun

Ferdian - Senin, 30 Maret 2026 | 20:30 WIB

Ilustrasi isi bensin BBM

GridOto.com - Banyak yang menganggap kalau BBM yang disimpan terlalu lama akan mengalami kedaluwarsa.

Anggapan ini muncul karena kualitas BBM memang dapat berubah seiring waktu, terutama kalau penyimpanannya tidak dilakukan dengan cara yang benar.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, menjelaskan kalau secara teori BBM tidak punya tanggal kedaluwarsa seperti produk konsumsi pada umumnya.

“Dalam praktiknya, Pertamina menyimpan BBM dengan standar operasional yang ketat, sehingga kualitasnya tetap terjaga,” ujarnya menukil Kompas.com.

Namun, kondisi berbeda bisa terjadi ketika BBM sudah berada di tangan konsumen.

Kualitas bahan bakar yang disimpan sendiri belum tentu tetap stabil, karena sangat bergantung pada cara dan tempat penyimpanan.

“Terkait kualitas BBM yang disimpan oleh konsumen, itu di luar kendali kami. Faktor seperti wadah, kondisi lingkungan, hingga penambahan zat tertentu bisa memengaruhi kualitasnya,” tambahnya.

Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady, menyebutkan bahwa BBM yang disimpan oleh pengguna umumnya masih bisa digunakan dalam rentang waktu 3 hingga 6 bulan, tergantung jenis dan kondisi penyimpanan.

Baca Juga: Strategi Nasional Jaga Ketahanan Energi dan Hemat BBM, Masyarakat Tenang

Menurutnya, bahan bakar yang mengandung campuran nabati, seperti biosolar atau etanol, cenderung lebih cepat mengalami penurunan kualitas.

“Jika disimpan dalam kondisi ideal, seperti wadah kedap udara, BBM bisa bertahan lebih lama. Namun pada kendaraan, kondisi ini sulit tercapai,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahan bakar seperti B100 atau etanol umumnya masih layak digunakan hingga sekitar tiga bulan. Setelah itu, risiko penurunan kualitas akan semakin besar.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, menyoroti bahwa paparan udara dapat mempercepat penurunan kualitas BBM.

Reaksi dengan oksigen membuat performa pembakaran menjadi tidak optimal.

“BBM yang sudah dicampur dengan bahan nabati sebaiknya segera digunakan. Jika disimpan terlalu lama, kualitasnya akan turun dan bisa memengaruhi performa kendaraan,” ungkapnya.

Penurunan kualitas ini juga dapat memengaruhi angka oktan (RON), sehingga tidak lagi sesuai dengan spesifikasi awal.

Dalam kondisi tertentu, BBM yang disimpan lama juga bisa membentuk endapan seperti varnish yang berisiko menyumbat sistem bahan bakar.

Baca Juga: Pembelian BBM di Malaysia Dibatasi Untuk Asing, Berlaku Mulai 1 April

Selain itu, kontaminasi air menjadi masalah lain yang perlu diwaspadai. Uap air dalam wadah dapat memicu karat serta menyebabkan mesin tersendat.

Penggunaan BBM yang kualitasnya sudah menurun bisa berdampak langsung pada kendaraan, seperti mesin sulit dihidupkan, performa menurun, hingga konsumsi bahan bakar yang lebih boros.

Bahkan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak komponen penting seperti injektor.

Sebagai kesimpulan, BBM memang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa yang pasti.

Namun, kualitasnya akan terus menurun seiring waktu, terutama jika disimpan dalam kondisi yang kurang ideal.

Oleh karena itu, menyimpan BBM terlalu lama tidak disarankan agar performa kendaraan tetap optimal.

YANG LAINNYA