Tak Semua Paham, BBM yang Disimpan Terlalu Lama Kualitasnya Bisa Menurun

Ferdian - Senin, 30 Maret 2026 | 20:30 WIB

Ilustrasi isi bensin BBM

“Jika disimpan dalam kondisi ideal, seperti wadah kedap udara, BBM bisa bertahan lebih lama. Namun pada kendaraan, kondisi ini sulit tercapai,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahan bakar seperti B100 atau etanol umumnya masih layak digunakan hingga sekitar tiga bulan. Setelah itu, risiko penurunan kualitas akan semakin besar.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, menyoroti bahwa paparan udara dapat mempercepat penurunan kualitas BBM.

Reaksi dengan oksigen membuat performa pembakaran menjadi tidak optimal.

“BBM yang sudah dicampur dengan bahan nabati sebaiknya segera digunakan. Jika disimpan terlalu lama, kualitasnya akan turun dan bisa memengaruhi performa kendaraan,” ungkapnya.

Penurunan kualitas ini juga dapat memengaruhi angka oktan (RON), sehingga tidak lagi sesuai dengan spesifikasi awal.

Dalam kondisi tertentu, BBM yang disimpan lama juga bisa membentuk endapan seperti varnish yang berisiko menyumbat sistem bahan bakar.

Baca Juga: Pembelian BBM di Malaysia Dibatasi Untuk Asing, Berlaku Mulai 1 April

Selain itu, kontaminasi air menjadi masalah lain yang perlu diwaspadai. Uap air dalam wadah dapat memicu karat serta menyebabkan mesin tersendat.

Penggunaan BBM yang kualitasnya sudah menurun bisa berdampak langsung pada kendaraan, seperti mesin sulit dihidupkan, performa menurun, hingga konsumsi bahan bakar yang lebih boros.

Bahkan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak komponen penting seperti injektor.

Sebagai kesimpulan, BBM memang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa yang pasti.

Namun, kualitasnya akan terus menurun seiring waktu, terutama jika disimpan dalam kondisi yang kurang ideal.

Oleh karena itu, menyimpan BBM terlalu lama tidak disarankan agar performa kendaraan tetap optimal.

YANG LAINNYA