“Kepadatan lalu lintas terpantau terjadi di Jalan Layang MBZ serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah. Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, Jasa Marga bersama Kepolisian telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow dari satu lajur menjadi tiga lajur, hingga penerapan one way nasional pada KM 70-KM 414. Volume kendaraan yang melintas di kedua ruas tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengoperasiannya,” tambahnya.
Meski mencetak rekor, kondisi lalu lintas disebut masih terkendali.
Rivan menyebut, skenario rekayasa lalu lintas yang diterapkan mampu mengurai kepadatan dalam waktu relatif cepat.
“Kepadatan ditargetkan dapat terurai secara maksimal dalam waktu 1x12 jam. Pada Kamis pukul 11.00 WIB, kondisi lalu lintas dilaporkan telah kembali lancar dengan kecepatan rata-rata kendaraan yang kembali normal,” jelasnya.
Ke depan, Jasa Marga akan terus mengandalkan teknologi sebagai decision support system untuk mendukung kebijakan rekayasa lalu lintas di lapangan.
Selain itu, koordinasi lintas instansi juga bakal ditingkatkan guna menghadapi lonjakan kendaraan.
Menjelang arus balik, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengatur waktu perjalanan.
Baca Juga: Mobil Kena Serempet Saat Mudik, Ini Cara Aman Urus Asuransi Tanpa Ganggu Perjalanan
Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026 (H+3 Lebaran).
Pengguna jalan juga bisa memanfaatkan potongan tarif tol yang berlaku pada 26-27 Maret 2026.
“Sebagaimana pada arus mudik, Jasa Marga kembali mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu keberangkatan arus balik untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas agar pengalaman perjalanan selama mudik dan balik Lebaran 2026 menjadi lebih aman dan nyaman,” tutup Rivan.