GridOto.com - Owner rumah makan (RM) Pawon Ayu di Sukoharjo, Jawa Tengah salah satu contoh bos idaman.
Khusus di momen lebaran 2026 ini, sang Owner bernama Agung Widiyatmoko merogoh kocek Rp 580 juta untuk memberi Tunjangan Hari Raya (THR) para karyawannya.
Kali ini tak biasa, 29 karyawannya diberi THR berupa motor baru!
"Kalau THR (Tunjangan Hari Raya) sebelumnya sudah kita bagikan sebenarnya. Itu memang haknya. Tapi yang kemarin itu (kendaraan) ya apresiasi. Tapi karena momennya pas menjelang Lebaran ya disebut THR juga boleh," ungkap Agung dikutip dari Kompas.com.
Untuk memberikan 29 unit Honda BeAT kepada 29 karyawan, Agung merogoh kocek hingga Rp 580 juta.
Sebelum memberikan motor tersebut, Agung mengajak para karyawan makan malam bersama setelah melaksanakan shalat tarawih.
Agung sengaja mengumpulkan mereka malam hari untuk memberikan kejutan.
"Saya kumpulkan semua malam-malam setelah tarawih. Saya undang makan malam. Terus saya umumkan. Ini surprise karena dari awal mereka tidak tahu," beber Agung.
Agung berharap seluruh karyawan yang menerima apresiasi berupa kendaraan mempunyai semangat baru dan tetap solid.
"Buat teman-teman apresiasi ini otomatis mereka mempunyai semangat yang baru. Mudah-mudahan semangat mereka itu tetap langgeng seperti semangat waktu menerima," ucap Agung.
Baca Juga: Pertamina Bagi-bagi THR, Syaratnya Cuma Beli Bensin, Solar, Oli dan Elpiji Pakai Aplikasi Ini
Pujihartini (45), salah satu karyawan tidak menyangka dirinya akan menerima THR berupa motor baru dari tempatnya bekerja.
Ia bercerita, tiga hari sebelum menerima motor, dirinya sudah mendapat THR uang tunai.
"Alhamdulillah senang, campur aduk. Ya nggak percaya," kata Pujihartini ditemui di Pawon Ayu Sukoharjo, Jawa Tengah, (18/3/26) melansir Kompas.com.
Pujihartini mengatakan, sebelumnya ia mendapat THR sebesar Rp 2,5 juta atau sesuai upah minimun regional (UMR) Kabupaten Sukoharjo pada Jumat (13/3/26).
Sementara THR Honda BeAT diserahkan pada Senin (16/3/26).
"Kaget. Kan hari Jumat sudah dapat THR. Kok hari Senin dapat kendaraan," ungkap ibu dua anak tersebut.
Pujihartini sudah bekerja di rumah makan Pawon Ayu sekitar lima tahun.
Sementara rumah makan berdiri sekitar enam tahun tepatnya pada saat pandemi Covid-19.