GridOto.com - Saat musim mudik lebaran seperti sekaran ini, para pengusaha rental mobil panen raya.
Unit mereka laris manis disewa untuk perjalanan mudik, bahkan mobil pribadi si bos pun ikut disewakan.
Contohnya seperti diceritakan Natricia Waseanti Kawania, Owner Rental Mobil UMT Trans Rent Car.
"Alhamdulillah antusiasnya masih sama seperti tahun kemarin. Kalau di kami dari bulan Januari sudah ada beberapa unit yang terbooking," kata Natricia, (16/3/26) malam disitat dari Kompas.com.
Menurut perempuan yang akrab disapa Nana itu, tren pemesanan tahun ini bahkan sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kalau kenaikan lumayan sekitar lima persen dari tahun kemarin," imbuhnya.
Mayoritas pelanggan memilih mobil dengan tiga baris kursi agar perjalanan mudik terasa lebih nyaman bersama keluarga.
Beberapa tujuan yang paling sering disebut penyewa antara lain Tuban, Lamongan, hingga Nganjuk.
"Yang sewa di saya kebanyakan pengusaha, kalau karyawan ada satu dua orang saja," terang Nana.
"Biasanya mereka sewa minimal lima hari karena di tempat saya tidak ada batasan harus tujuh hari," sambungnya.
Baca Juga: Rental Mobil Lepas Kunci Masih Populer, Pemilik dan Penyewa Wajib Paham Resiko Ini
Bagi pelaku usaha rental mobil, Lebaran memang menjadi momen yang paling dinanti.
Pada periode ini harga sewa biasanya meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Jika pada hari normal satu unit mobil disewakan sekitar Rp 350.000 per hari, saat Lebaran tarifnya bisa mencapai sekitar Rp 700.000.
"Kalau disewa selama tujuh hari saya kasih potongan per hari Rp 50.000," ucap Natricia.
"Ya Lebaran ini ibaratnya THR untuk orang rental, karena harga naik kita bisa saving money dari kenaikan harga tersebut," tutur Nana.
Tingginya permintaan membuat ketersediaan armada sering kali tidak mencukupi.
Bahkan mobil pribadi Nana yang semula ingin digunakan untuk bersilaturahmi bersama keluarga saat Lebaran pun akhirnya ikut disewakan.
Nana memilih merelakan mobilnya agar dapat digunakan oleh pemudik.
"Jadi saya merelakan mobil sendiri untuk disewakan jadi enggak ke mana-mana. Ini dukanya rental mobil ya, kita mau menyiapkan unit berapa pun itu pasti kehabisan," ujarnya.
Di balik ramainya permintaan, bisnis rental mobil juga memiliki risiko, mulai dari kendaraan yang tidak kembali hingga digadaikan.
Baca Juga: Tips Mudik Lebaran Pakai Mobil Rental, Cek Lengkap Ini Dulu Ketimbang Dimasalahkan Pemilik
Karena itu, proses verifikasi penyewa dilakukan secara ketat, terutama bagi pelanggan baru.
Penyewa diwajibkan menunjukkan identitas seperti KTP dan dokumen lain untuk memastikan identitas mereka.
"Kalau tempat tinggalnya ngontrak kita survei dulu. Lalu yang utama itu kita verifikasi nomor hp bagaimana orang ini tersimpan di get contact. NPWP lalu status kerjanya dimana kan ada ID perusahaan," tutur Nana.
Selain itu, setiap mobil juga dilengkapi perangkat pelacak untuk meningkatkan keamanan.
Menurutnya, kasus mobil rental hilang umumnya bukan berasal dari penyewa langsung, melainkan melalui perantara rental lain yang meminjam mobil.
"Kita kan sudah sama-sama trust dan sudah biasa ngambil dan pinjam kita kasih tapi kita tidak tahu memberikan mobil setelah itu ke siapa, pihak ketiganya kan kita tidak tahu," beber Nana.
"Bukan kami yang verifikasi, makanya kecolongannya dari situ. Kalau dari custumer sendiri alhamdulilah tidak minta lah," sambung pengusaha berusia 36 tahun itu.