Tawaran Rp 600 Ribu Ditolak, Ini Alasan Penyapu Koin Tetap Nekat Beraksi Saat Mudik

Ferdian - Kamis, 19 Maret 2026 | 17:00 WIB

Ilustrasi penyapu koin yang tetap beraksi meski sudah ada teguran

GridOto.com - Memasuki musim mudik Lebaran, Dedi Mulyadi memilih turun langsung ke lapangan untuk menertibkan aktivitas penyapu koin di kawasan Jembatan Sewoharjo, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Alasannya karena aktivitas tersebut dinilai berisiko tinggi dan juga mengganggu kelancaran arus mudik.

Jumlah penyapu koin di lokasi tersebut disebut mencapai ratusan orang.

Mereka kerap berada di sekitar jalan untuk mengumpulkan uang yang dilempar pengguna jalan, meski kondisi lalu lintas sedang padat.

Dalam kunjungannya, Dedi Mulyadi mengumpulkan para penyapu koin di Kantor Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya.

Ia mengimbau supaya aktivitas tersebut dihentikan sementara selama masa mudik karena dinilai membahayakan keselamatan.

Sebagai alternatif, pemerintah menawarkan kompensasi sebesar Rp 50.000 per hari selama periode mudik, atau total Rp 600.000 dalam satu pekan.

“Saya minta aktivitas ini dihentikan sementara. Kami siapkan kompensasi agar tetap ada pemasukan tanpa harus mengambil risiko di jalan,” ujarnya menukil Kompas.com.

Baca Juga: One Way Nasional Diterapkan, Jalur Tol Berubah Total untuk Pemudik

Namun, tidak semua warga menerima tawaran tersebut. Sebagian mengaku aktivitas menyapu koin sudah menjadi kebiasaan tahunan, sekaligus sumber penghasilan yang dinilai lebih besar dibandingkan kompensasi yang diberikan.

Salah satu warga menyebut, dalam sehari mereka bisa memperoleh pendapatan lebih dari Rp150.000, sehingga tetap memilih bertahan meski ada risiko.

“Ini momen setahun sekali. Hasilnya juga lebih besar, jadi kami tetap turun ke jalan,” ungkapnya.

Setelah kunjungan gubernur berakhir, aktivitas penyapu koin justru kembali terlihat di sekitar Jembatan Sewoharjo. Bahkan, jumlahnya dilaporkan semakin bertambah dan menyebar di sepanjang bahu jalan, baik sebelum maupun sesudah jembatan.

Petugas gabungan di Pos Pengamanan setempat terus berupaya melakukan penertiban guna menjaga kelancaran arus lalu lintas di jalur Pantura. Meski demikian, upaya tersebut tidak mudah karena warga kerap menghindari petugas.

Kapolsek Pusakanagara, Jusdi Jachlan, mengatakan pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar aktivitas warga tidak sampai memasuki badan jalan utama.

“Kami terus berupaya agar mereka tidak naik ke median jalan demi keselamatan bersama,” ujarnya.

YANG LAINNYA