Namun, perusahaan memilih untuk menahan diri sambil memantau perkembangan situasi.
“Kalau memang itu belum signifikan, terjadi lonjakan, ya kami coba bertahan dulu. Kita wait and see lah,” kata Ismet.
Ia menegaskan perusahaan tidak ingin memanfaatkan situasi konflik sebagai alasan untuk langsung menaikkan harga produk.
“Intinya kami tidak mau ambil ini sebagai peluang untuk main menaikkan harga. Kalaupun kami akan menaikkan, itu karena memang sudah terjadi lonjakan. Misalnya logistik juga naik, segala macam naik,” ujarnya.
Sebagai informasi, ADNOC merupakan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab yang juga memproduksi pelumas kendaraan.
Di Indonesia, produk pelumasnya dipasarkan melalui PT Garuda Petro Perkasa.
Salah satu lini produk yang cukup dikenal di pasar Tanah Air adalah pelumas sintetik premium ADNOC Voyager untuk mobil dan motor.
Varian yang dipasarkan antara lain Voyager Silver, Gold, hingga SPX yang diklaim menawarkan perlindungan mesin tinggi, stabilitas suhu, serta efisiensi bahan bakar.
Ismet berharap situasi geopolitik yang terjadi saat ini dapat segera mereda agar rantai pasok global kembali normal.
“Harapannya ya cepat ada yang menangani dan cepat selesai,” tutupnya.