Laporan Utama: Apparel Lokal Semakin Diterima

Naufal Nur Aziz Effendi - Minggu, 1 Maret 2026 | 09:00 WIB

Laporan Utama Tabloid Otomotif, Apparel lokal semakin diterima

Selain jaket, Respiro juga menjual berbagai produk pelengkap yang menunjang aktivitas berkendara. Di antaranya jas hujan, tas, sarung tangan, balaclava, hingga aksesori seperti gantungan kunci.

Produk-produk pelengkap tersebut ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau. “Untuk produk pelengkap seperti gloves dan balaclava, dimulai dari Rp 70 ribu,” jelas Salman.

Dari sisi pengembangan produk, Respiro mengandalkan material khusus bernama Pirotex pada jaket-jaketnya.

“Material khusus bernama Pirotex, yang membuat material dari jaket Respiro breathable, windproof, dan water repellent, hanya tingkatannya saja yang berbeda sesuai jaketnya,” kata Salman.

Enggak hanya soal kenyamanan, aspek keselamatan juga mulai menjadi perhatian utama Respiro seiring meningkatnya kesadaran pengendara motor.

Untuk itu, Respiro berencana memperkuat lini jaket berprotektor pada tahun 2026. “Untuk keselamatan, Respiro juga rencananya akan banyak mengeluarkan jaket berprotektor di tahun 2026 ini agar dapat menambah keamanan dari jaketnya,” tutup Salman. (Wisnu)

7Gear

Di tengah maraknya apparel motor yang menonjolkan tampilan visual, 7Gear justru hadir dengan menyasar rider enthusiast yang benar-benar aktif di jalan.

Owner 7Gear, Adet Vriono, menegaskan bahwa sejak awal, bisnisnya tersebut tidak memposisikan produknya sebagai apparel gaya hidup, melainkan perlengkapan riding yang dibangun dari kebutuhan nyata para pengendara.

Baca Juga: 7Gear, Apparel Rider Enthusiast yang Cocok Buat Touring, Adventure Hingga Offroad

“7Gear bermain di segmen rider enthusiast. Target utamanya adalah pengguna motor yang benar-benar aktif seperti adventure rider, touring rider, hingga off-road. Karena itu, functional product menjadi salah satu fitur utama yang terus kami kembangkan,” ujar Adet kepada OTOMOTIF, Senin (19/1/2026).

Angle fungsionalitas ini juga menjadi fondasi utama arah desain 7Gear.

Menurutnya, kondisi iklim tropis, jarak tempuh yang jauh, serta medan yang beragam membuat kebutuhan rider Indonesia sangat spesifik dan tidak bisa disamakan dengan pasar luar negeri.

“Kiblat desain 7Gear banyak terinspirasi dari dunia motoran overland dan dual purpose. Ini sesuai dengan kebutuhan khas rider Indonesia. Jadi desain kami bukan sekadar gaya, tapi design by function,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap detail produk dirancang berdasarkan kebutuhan saat berkendara, bukan sekadar estetika.

Mulai dari potongan, ventilasi, pemilihan material, hingga fitur teknis, semuanya disesuaikan agar tetap nyaman dipakai dalam berbagai kondisi perjalanan.

Dari sisi harga, 7Gear menawarkan lini produk yang luas untuk menjangkau berbagai kebutuhan rider aktif.

Rentang harganya dimulai dari Rp 99.000 hingga Rp 2.100.000, tergantung jenis produk, material, serta fitur teknis yang disematkan.

Isal/GridOto.com
Pilhan jaket riding atau buat naik motor dari 7Gear

Baca Juga: Bukan Sekadar Apparel, Phillip Works Gabungkan Jiwa Fashion dan Otomotif

Apparel dan pendukung yang disediakan oleh 7Gear mulai dari tankbag, sidebag, tailbag, jersey, base layer, jaket, rompi, celana, sarung tangan, tas, hingga hydrobag. (Naufal)

Philip Works

Phillip Works merupakan apparel brand lokal yang mengusung nilai otomotif sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar mengikuti tren pasar.

Founder & Direktur Utama Phillip Works, Jovan Koswara, menyebut bahwa sejak awal Phillip Works dibangun dengan jiwa dan karakter yang kuat, agar dapat tampil berbeda di tengah persaingan industri fashion.

“Karena brand kita punya soul atau jati diri yang membuat kita standout, tidak sekadar mengikuti tren, tapi justru berusaha menjadi pihak yang set the trend. Di luar itu, harga yang kita tawarkan juga fair dengan kualitas yang kita berikan,” ujar Jovan kepada OTOMOTIF, Senin (19/1/2026).

Dalam menentukan posisi harga, Phillip Works mengandalkan riset pasar yang matang dengan membandingkan produk-produk dari brand lokal maupun internasional.

“Tentunya dengan research yang matang, kita memperhatikan harga jual pesaing, baik brand lokal maupun internasional. Dari situ kita mampu memposisikan diri sesuai dengan kualitas dan kreativitas yang kita berikan,” lanjutnya.

Phillip Works juga menempatkan komunitas sebagai elemen penting dalam membangun citra brand. Tidak hanya komunitas otomotif, tetapi juga komunitas fashion yang memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan pasar.

“Peran komunitas lebih kepada membentuk brand image. Melalui komunitas, kita memberikan impresi bahwa kita ikut turun langsung untuk memahami keinginan dan kebutuhan para penggemar otomotif. Namun kita juga tidak terpatok hanya pada komunitas otomotif, karena pada dasarnya kita adalah bisnis fashion yang mengusung tema otomotif,” jelas Jovan.

Istimewa
Salah satu brand yang konsisten membangun identitasnya adalah Phillip Works, apparel brand lokal yang mengusung nilai otomotif sebagai bagian dari gaya hidup,

Dalam strategi pemasaran, Phillip Works memilih pendekatan yang lebih intim dan kolaboratif dibandingkan kampanye berskala besar yang umum dilakukan brand luar.

“Campaign yang kita bentuk lebih ke pendekatan langsung dengan komunitas lokal, content creator lokal, seniman lokal, bahkan builder lokal. Ini berbeda dengan kebanyakan brand luar yang menggunakan artis papan atas dengan skala besar,” katanya.

Menurut Jovan, inovasi menjadi kunci utama agar brand tetap relevan di industri fashion yang dinamis, tanpa kehilangan identitas dasar yang telah dibangun.

“Inovasi itu sangat penting. Kita harus up to date dengan tren yang ada, tapi tetap mempertahankan identitas dan konsisten terhadap roots kita,” ujarnya.

Melihat perkembangan brand lokal saat ini, Jovan optimistis terhadap apresiasi pasar, khususnya di kalangan penggemar otomotif.

“Setiap orang punya selera masing-masing, tapi tidak bisa dipungkiri brand lokal sudah jauh berkembang dari segi kreativitas dan kualitas. Saya rasa hampir setiap penggemar otomotif pasti punya setidaknya satu produk brand lokal yang mereka sukai,” tutup Jovan.

Dengan pendekatan berbasis komunitas, inovasi berkelanjutan, serta identitas yang kuat, Phillip Works terus memperkuat posisinya sebagai apparel lokal yang merepresentasikan semangat otomotif dalam gaya hidup modern. (Adam)

Artikel ini telah tayang di Tabloid OTOMOTIF Edisi 37-XXXV 22 Januari 2026

YANG LAINNYA