GridOto.com - Satu dua dekade silam, memakai jaket, sarung tangan dan perlengkapan riding brand luar negeri premium adalah sebuah kebanggaan, khususnya bagi pemakai motor gede.
Brand lokal bahkan bukan jadi alternatif bagi mereka.
Namun seiring perjalanan waktu, brand-brand lokal yang kuat penetrasi dan brand image-nya di segmen bawah mampu menjadi pilihan utama.
Kenapa butuh waktu lama agar produk-produk lokal ini bisa diterima market menengah atas yang juga menarik atensi kalangan di bawahnya?
Ada beberapa hal yang kami lihat.
Pertama adalah visi dari owner brand atau produsen. Idealisme founder atau pemilik merek belum sejalan dengan ekspektasi market.
Yang terjadi product driven di mana idealisme owner disodorkan ke pasar. Berhasil? Iya tapi belum untuk menjadi local pride.
Waktu bergulir, muncul brand-brand lokal baru dengan pendekatan produk berbeda.
Amati, tiru dan modifikasinya berhasil. Enggak apa-apalah mirip-mirip produk luar tapi enggak sekadar menjiplak dengan kualitas asal-asalan. Malah berhasil memunculkan identitas dan pride dari merek.
Baca Juga: Contin, Brand Apparel Motor Lokal yang Konsisten Mengedepankan Style dan Safety