Kondisi itu masih diperparah dengan kondisi jalan yang makin padat berkat banyaknya pedagang dan pembeli yang bertransaksi di pinggir jalan, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Selain sore hari, pagi hari atau pasca sahur juga bisa menjadi jam rawan jika tak fokus berkendara.
Itu disebabkan oleh rasa kantuk akibat perubahan jam tidur yang sering kali memicu micro-sleep.
Oke pun menyarankan untuk selalu memahami kapasitas fisik diri sendiri.
"Jika mata mulai terasa berat atau fokus sering terpecah, jangan ragu untuk menepi di masjid atau rest area terdekat. Istirahat 10-15 menit jauh lebih berharga daripada memaksakan diri," terangnya.
Kemudian menambah jarak aman juga tak kalah penting demi alasan keselamatan.
"Karena waktu reaksi otak melambat saat puasa, tambahkan jarak aman dengan kendaraan di depan, jika biasanya 3 meter, buatlah menjadi 5 meter. Terakhir adalah hindari Manuver agresif yang hanya akan menguras energi fisik dan memancing emosi," tutupnya.