GridOto.com - BYD Atto 3 Facelift meluncur di Hong Kong dengan membawa sejumlah pembaruan dari sisi visual dan sedikit spesifikasi teknis.
Melansir dari Paultan, secara visual, versi anyar mobil listrik ini membawa perubahan desain sebagian besar serupa dengan versi Evo dan facelift pasar China.
Terdapat bumper depan dan belakang yang lebih sporty dengan detail "taring" sewarna bodi, memberikan kemiripan keluarga yang lebih erat dengan Atto 2.
Pilar-D yang didesain ulang pada versi facelift ini sekarang sudah tidak pakai motif "sisik" dari model lama.
Sementara bagian buritan mendapatkan lampu belakang looping dengan detail "simpul" serta spoiler yang lebih besar dengan lampu rem terpisah sehingga tampil spoty.
Kaemudian di area kaki-kaki tetap mempertahankan velg alloy dua warna 18 inci yang diperkenalkan pada facelift BYD Atto 3 Ultra.
Masuk ke interior, area panel bawah dasbor kini tampak clean dengan pola jahitan sederhana, namun lebih terkesan premium dibanding versi lawas.
Baca Juga: Minimalis dan Canggih, Akhirnya Interior Kei Car BYD Racco EV Terkuak
Kemudian untuk tuas transmisi kini dipindahkan ke kolom pemudi sehingga membuat area konsol tengah kosong, kini beralih fungsi sebagai tempat wireless charging Qi 50-watt untuk dua ponsel.
Lalu di area tengah, layar infotainment utama 15,6 inci yang sebelumnya memiliki fungsi rotasi (berputar), kini dibuat fix dengan posisi horizontal.
Panel instrumen di balik setir dari yang sebelumnya berlayar mungil 5 inci kini membesar menjadi 8,8 inci yang jauh lebih fungsional.
Dari segi powertrain, BYD Atto 3 Facelift ini masih mempertahankan arsitektur e-Platform 3.0 dengan penggerak roda depan (FWD).
Motor listriknya tetap menghasilkan daya 150 kW dan torsi 310 Nm, lalu akselerasi 0-100 km/jam diklaim tuntas dalam 7,3 detik.
Baterai menggunakan unit Blade LFP 60,48 kWh sama seperti model lawas, jarak tempuhnya tetap berada di angka 420 km berdasarkan standar WLTP.
Satu-satunya perubahan teknis adalah pada daya pengisian cepat DC, yang naik dari 88 kW menjadi 105 kW.
Hal ini memangkas waktu pengisian daya 30-80% sebanyak sepuluh menit, sehingga kini hanya membutuhkan waktu 30 menit.