GridOto.com- Memasang open filter pada mobil modern dengan sistem injeksi tidak sekadar plug and play (PNP), karena idealnya perlu diikuti dengan reset ECU.
Tanpa reset, mobil memang tetap bisa berjalan, namun adaptasi sistem terhadap perubahan aliran udara menjadi tidak optimal.
Open filter memungkinkan udara masuk lebih banyak dibanding filter standar, sehingga rasio campuran udara dan bahan bakar perlu disesuaikan ulang.
“Reset ECU itu penting supaya sistem cepat menyesuaikan sama volume udara yang lebih besar dari open filter,” ujar Wiwiek, pemilik bengkel Mandala di Kiaracondong, Bandung.
Langkah ini membantu ECU mempelajari ulang parameter pembakaran agar performa mesin tetap optimal.
Baca Juga: Jangan Senang Dulu, Ini Kekurangan Open Filter di Mobil Diesel
Selain itu, reset juga berfungsi untuk kalibrasi ulang pembacaan sensor seperti Mass Air Flow (MAF) atau Manifold Absolute Presure (MAP) agar lebih akurat.
Jika tidak dilakukan, ECU akan tetap menggunakan data lama yang dirancang untuk aliran udara terbatas dari filter standar.
Kondisi tersebut bisa memicu gejala seperti tarikan terasa berat atau mesin brebet pada kondisi tertentu.
“Biasanya kalau gak reset itu respons mesin jadi kurang enak, kadang ada jeda atau terasa tertahan,” jelas Wiwiek.
Baca Juga: Filter Udara Mobil Kotor Bikin Tarikan Berat, Ini Penjelasannya
Reset ECU pada dasarnya menghapus parameter lama sehingga sistem dapat membaca kondisi baru secara real time.
Proses ini umumnya bisa dilakukan dengan scanner atau metode manual tergantung jenis kendaraan.
Dengan reset yang tepat, peningkatan performa dari open filter bisa dirasakan lebih maksimal tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.