GridOto.com - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno beri jawaban yang bikin agak kaget saat ditanya soal parkir liar dan PKL di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Betul-betul gak nyangka, bukan respon tegas, tapi Bang Dul sapaan akrabnya mengatakan, penertiban tetap dilakukan, tetapi pemerintah juga memberi ruang bagi warga yang mencari nafkah.
"Saya juga udah bilang sama Satpol PP, kita tertibkan boleh. Tapi kasih ruanglah," ucap Rano saat ditemui di wilayah Jakarta Barat, (18/2/26) melansir Kompas.com.
Menurut Rano, aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang sempat lesu dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, menjelang Ramadhan 2026, kawasan tersebut kembali ramai oleh warga yang berbelanja kebutuhan puasa dan pakaian Lebaran.
Kondisi ini membuat pedagang menggunakan mobil atau gerobak hingga parkir sembarangan, sehingga jalan menjadi kurang nyaman dilalui.
Menurut Rano, pemerintah akan lebih dulu memberi imbauan dan mengatur bersama para pedagang.
Baca Juga: Tukang Parkir di Tanah Abang Bikin Emosi, Patok Tarif Motor Rp 60.000 dan Mobil Rp 100.000
"Pasar Tanah Abang sekian tahun sepi, kosong, pedagang mengeluh. Nih sekarang lagi momen-momen. Nah memang begitu, yang namanya jualan pakai mobil, pakai gerobak. Akhirnya jalan enggak enak. Ya kita kita himbau aja, ‘Yuk kita atur yuk gimana caranya?" beber Rano.
Namun, jika dalam satu hingga dua minggu tidak ada perubahan, penindakan akan dilakukan.
"Kalau seminggu dua minggu enggak bisa, terpaksa harus kita tindak kan. Jadi ya itulah konsekuensi dari pemerintah," tutur Rano.
Selain itu, Rano juga mengingatkan agar organisasi kemasyarakatan tidak melakukan sweeping ke tempat selama Ramadan.
Ia menyebut larangan tersebut merupakan arahan rutin pemerintah setiap tahun.
Menurut dia, pelaku usaha kuliner umumnya sudah memahami aturan, seperti menutup tempat makan dengan tirai saat beroperasi di siang hari selama bulan puasa.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mengingatkan agar ketentuan itu dipatuhi tanpa perlu tindakan penertiban.
Baca Juga: Ordal Dapat 50 Persen, Bagi Hasil Jukir Penggetok Uang Parkir Rp 60 Ribu di Tanah Abang Terbongkar
Rano menegaskan pemerintah hanya berperan mengingatkan dan menjaga ketertiban umum, sementara pelaksanaan ibadah puasa merupakan urusan pribadi setiap warga.
"Artinya puasa ini unik. Puasa apa, ibadah kita langsung pada Allah. Nah kita pemerintah mengingatkan," ucapnya.
Ia berharap masyarakat dapat saling menghormati dan menjaga suasana kondusif selama Ramadan di DKI Jakarta.
Terkait juru parkir liar, Rano memastikan pemerintah sudah mulai menata wilayah Tanah Abang.
"Tapi Insyaallah jukir juga di Tanah Abang sudah mulai ditertibkan. Pasar-pasar sudah mulai dirapikan," ungkap Rano.