Kenalan dengan HEARTECT-e, Platform Khusus di Suzuki eVitara

Wisnu Andebar - Minggu, 15 Februari 2026 | 15:30 WIB

Deputy 4W Sales & Marketing Director SIS, Dony Saputra saat acara peluncuran eVitara

GridOto.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) resmi memasuki era mobil listrik murni lewat peluncuran Suzuki eVitara di ajang Indonesia International Motor Show 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta (05/02).

Bukan sekadar memperkenalkan SUV listrik pertamanya di Tanah Air, Suzuki juga membawa fondasi baru bernama HEARTECT-e, platform khusus kendaraan listrik yang menjadi tulang punggung eVitara.

Deputy 4W Sales & Marketing Director SIS, Dony Saputra, menegaskan bahwa eVitara dikembangkan dengan filosofi berbeda dibanding lini Suzuki sebelumnya.

“Berbeda dari mobil Suzuki lainnya, Suzuki membangun eVitara menggunakan platform terbaru bernama HEARTECT-e. Inovasi ini dirancang secara cerdas untuk mengejar sejumlah kriteria yang menguntungkan,” ujar Dony saat ditemui di IIMS 2026.

Platform HEARTECT-e dirancang khusus untuk mengakomodasi karakter kendaraan listrik, sekaligus tetap mempertahankan DNA SUV yang kuat.

Suzuki mengombinasikan teknologi tinggi dengan kapabilitas khas kendaraan petualang.

“eVitara mewujudkan filosofi unik ‘High-Tech & Adventure’. Meskipun powertrain EV-nya canggih mewakili puncak teknologi, akan tetapi jiwanya tetap berakar pada kapabilitas SUV,” jelasnya.

Menurut Dony, pendekatan tersebut diterjemahkan lewat identitas desain “Metal Beast”, yakni arsitektur poligonal tajam yang memadukan kesan digital futuristis dengan ketangguhan sebuah SUV.

Secara teknis, HEARTECT-e dikembangkan untuk menghasilkan struktur yang lebih ringan namun tetap kaku.

Baca Juga: Suzuki Ungkap Alasan eVitara Tak Pakai Skema Harga Khusus Pembeli Awal

Dengan perhatian khusus pada konstruksi bodi dan tata letak komponen listrik, Suzuki mampu menekan bobot sekaligus meningkatkan efisiensi aerodinamika.

“Dengan memberikan perhatian khusus pada bagian tersebut, Suzuki dapat mewujudkan SUV listrik yang berbobot lebih ringan, aerodinamis, sekaligus memaksimalkan kekuatan bodi. Selain itu, Suzuki juga menekan kebisingan lewat peningkatan jumlah peredaman suara melalui teknik khusus,” tambahnya.

Platform baru ini juga memungkinkan pengemasan kabin lebih optimal.

Dalam dimensi panjang 4.275 mm, lebar 1.800 mm, dan tinggi 1.640 mm, HEARTECT-e mampu memaksimalkan wheelbase hingga 2.700 mm.

Hasilnya, proporsi bodi tetap ringkas di angka 4,3 meter, namun ruang kabin terasa lapang.

“Dengan memaksimalkan jarak sumbu roda 2,7 meter di dalam rangka ringkas 4,3 meter, kami telah menciptakan SUV yang lincah di lalu lintas perkotaan, namun tetap luas dan nyaman untuk perjalanan jauh,” ungkap Dony.

Formulasi tersebut juga berdampak pada pengendalian.

Ditopang ban 225/55 R18, eVitara memiliki radius putar minimum 5,8 meter, mendukung kelincahan saat bermanuver di area padat sekaligus menjaga stabilitas saat melaju di kecepatan tinggi.

Dirancang khusus untuk lanskap Indonesia yang beragam, HEARTECT-e menjadi fondasi penting bagi langkah awal Suzuki di segmen Battery Electric Vehicle (BEV).

Lebih dari sekadar platform baru, struktur ini menjadi penanda transformasi Suzuki dalam menghadirkan SUV listrik yang tidak hanya canggih, tetapi juga tetap relevan dengan kebutuhan konsumen Tanah Air.

YANG LAINNYA