GridOto.com - Puluhan mata kucing atau road stud jalan di Underpass Cawang, Jakarta Timur raib atau hilang.
Dicuri pria bertopeng dengan cara dicungkil pada dini hari.
Peristiwa pencurian itu sempat terekam kamera dan viral di media sosial.
Dalam rekaman itu, pria berpenutup wajah tampak memukul dan mencungkil mata kucing menggunakan palu.
Beberapa kali ia terlihat memungut benda berbahan besi tersebut setelah berhasil melepaskannya dari aspal.
Peristiwa itu disebut terjadi pada dini hari, (10/2/26).
Di belakang pria tersebut tampak sebuah gerobak dengan karung putih yang diduga digunakan untuk menampung hasil cungkilan.
Baca Juga: Rayap Besi Berulah di Jembatan Suramadu, Rambu Sampai Hidran Damkar Digerogoti
Sementara, pantuan di lokasi, (11/2/26) pagi menunjukkan sejumlah mata kucing di jalur Jalan DI Panjaitan, dari arah Pulogadung menuju Cililitan, telah hilang.
Bekas cungkilan terlihat jelas menganga di badan jalan.
Sebagian mata kucing hanya menyisakan rangka besi yang tertanam, sementara lainnya raib sepenuhnya hingga menyisakan aspal terkelupas.
Meski demikian, beberapa titik masih terlihat utuh dan berfungsi.
Mata kucing tersebut berbahan besi dan dilengkapi sejenis panel surya sebagai sumber energi.
Pada malam hari, alat ini memancarkan cahaya kuning berkedip untuk menandai batas jalur serta membantu visibilitas pengendara.
Kepolisian menduga pelaku pencurian road stud atau mata kucing tersebut merupakan seorang pemulung.
Baca Juga: Rayap Besi Beraksi, Mobil-mobil Terbakar di Dekat Markas Brimob Kwitang Dipreteli Penjarah
Dugaan itu muncul setelah polisi menelusuri rekaman video aksi pencurian yang viral di media sosial.
"Untuk pencurian mata kucing, kejadian di Selasa dini hari. Dan untuk pelaku, diduga pelaku, dia menggunakan masker, ditutup mukanya tidak terlihat, dan diduga dia adalah pemulung karena sudah ada gerobaknya," kata Kapolsek Makasar, Kompol Sumardi mengutip Kompas.com.
Sumardi memastikan, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas dan motif pelaku pencurian tersebut.
Hingga kini, pelaku belum ditangkap.
"Sudah, lagi pendalaman, lagi nyari pelakunya. Iya kami kan baru mendalami ini. Untuk motifnya seperti apa, kan orangnya juga mukanya ditutup," ujar Sumardi.
Sedikitnya ada 18 mata kucing yang hilang di sekitar underpass Cawang, Jakarta Timur.
"Melakukan pengecekan berapa jumlah yang hilang. Jadi saya, kita tadi kita hitung di sini aja satu lokasi ada 18 mata kucing yang hilang. Nah selanjutnya nanti kita laporkan ke pimpinan," kata Kasi Ops Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Emiral.
Emiral menegaskan, keberadaan mata kucing sangat penting untuk keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
"Kalau enggak ada ini (mata kucing) kelap-kelip ini bisa fatal juga. Ini kan kalau dari sana kalau enggak ada marka-marka jalan ini kan bisa nabrak ke sana, gitu aja. Dampaknya fatal untuk pengendara," jelasnya.
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto menyebut pencurian mata kucing mengancam keselamatan warga.
Menurut dia, warga bisa mengalami kecelakaan karena tanda lalu lintas hilang.
"Masyarakat bisa celaka, ya berarti kan suatu perbuatan yang zalim," kata Kusmanto di Kantor kelurahan Gedong, (11/2/26).
Kusmanto pun meminta Satpol PP dan Suku Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta memperketat pengawasan fasilitas publik.
"Jadi saya sampaikan kepada para petugas, ya terutama Satpol PP atau Dishub untuk membantu mengawasi," terang Kusmanto.
Kusmanto menegaskan, peristiwa hilangnya mata kucing tidak boleh terulang karena fasilitas tersebut merupakan bagian dari kepentingan umum.