Sumardi memastikan, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas dan motif pelaku pencurian tersebut.
Hingga kini, pelaku belum ditangkap.
"Sudah, lagi pendalaman, lagi nyari pelakunya. Iya kami kan baru mendalami ini. Untuk motifnya seperti apa, kan orangnya juga mukanya ditutup," ujar Sumardi.
Sedikitnya ada 18 mata kucing yang hilang di sekitar underpass Cawang, Jakarta Timur.
"Melakukan pengecekan berapa jumlah yang hilang. Jadi saya, kita tadi kita hitung di sini aja satu lokasi ada 18 mata kucing yang hilang. Nah selanjutnya nanti kita laporkan ke pimpinan," kata Kasi Ops Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Emiral.
Emiral menegaskan, keberadaan mata kucing sangat penting untuk keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
"Kalau enggak ada ini (mata kucing) kelap-kelip ini bisa fatal juga. Ini kan kalau dari sana kalau enggak ada marka-marka jalan ini kan bisa nabrak ke sana, gitu aja. Dampaknya fatal untuk pengendara," jelasnya.
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto menyebut pencurian mata kucing mengancam keselamatan warga.
Menurut dia, warga bisa mengalami kecelakaan karena tanda lalu lintas hilang.
"Masyarakat bisa celaka, ya berarti kan suatu perbuatan yang zalim," kata Kusmanto di Kantor kelurahan Gedong, (11/2/26).
Kusmanto pun meminta Satpol PP dan Suku Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta memperketat pengawasan fasilitas publik.
"Jadi saya sampaikan kepada para petugas, ya terutama Satpol PP atau Dishub untuk membantu mengawasi," terang Kusmanto.
Kusmanto menegaskan, peristiwa hilangnya mata kucing tidak boleh terulang karena fasilitas tersebut merupakan bagian dari kepentingan umum.