GridOto.com - Demi tekan kebocoran retribusi, Dishub Kota Semarang menargetkan penerapan sistem parkir elektronik (PE) di seluruh titik parkir tahun ini.
Kebocoran ini diketahui terjadi beberapa tahun terahir hingga membuat target pendapatan parkir tak pernah tercapai.
Kabid Parkir Dishub Kota Semarang, Andreas Catur Ady Kristianto menjelaskan, penerapan sistem non tunai jadi kunci utama memperbaiki tata kelola parkir.
“Kami upayakan menghindari kebocoran dengan menerapkan sistem parkir elektronik."
"Saat ini PE sudah menyebar hampir di semua titik parkir potensial,” ujar Andreas melansir TribunJateng (1/2/2026).
Pria yang akrab disapa Andre itu menjelaskan, dari total 812 titik parkir di Kota Semarang, sebanyak 605 titik sudah menerapkan sistem parkir elektronik.
Sementara sisanya sekira 207 titik masih menggunakan sistem manual atau transaksi tunai.
Baca Juga: Nekat Parkir Mobil di Jalan Perumahan, Bisa Dipenjara 18 Bulan atau Denda Rp 1,5 Miliar
“Tahun ini kami upayakan semuanya menggunakan PE. Pembayarannya non tunai, harapannya bisa memenuhi target pendapatan parkir dan meminimalisir kebocoran,” bebernya.
Dorongan agar sistem parkir elektronik diterapkan secara menyeluruh juga datang dari DPRD Kota Semarang.