Tanjakan terasa curam, ke depan hanya menatap langit dan mobil seakan hendak terguling ke belakang.
Nah di sini menariknya, sebenarnya mobil dikendalikan sepenuh oleh komputer. Peran pengemudi hanya menjaga agar setir tetap lurus.
Pertama, pencet tombol 'Climbing Mode' di layar monitor. Lalu tertera differensial belakang terkunci dan mesin bensin akan hidup untuk menambah tenaga lebih. Kita tak pelu menginjak pedal gas, hanya perlu mengontrol setir.
Mesin bensinnya pun tak terdengar meraung untuk menambah tenaga saat menanjak. Terdengar seperti saat idle saja. Benar-benar menakjubkan.
Saat sesi tanya jawab keesokan harinya, Mr Liu Xueliang, General Manager of Asia-Pacific Auto Sales Division BYD mengungkapkan dengan istilah yang menghaluskan, yakni sangat mungkin Denza B5 hadir di Indonesia.
Melihat spesifikasi Denza B5, ini merupakan SUV bermesim bensin 1.500 cc turbo dengan dual motor electric. Tenaga kombinasi mencapai 617 dk dan torsi 760 Nm.
Berpenggerak All Wheel Drive.
Kapasitas tangki 83 liter dan memiliki kapasitas baterai Blade LFP 31,8 kWh. Mobil bisa melaju sejauh 90 km dengan mode elektrik saja. Sementara akselerasi 0-100 km/jam diklaim 4,8 detik saja.
Yang tak kalah menarik harganya. Harga Denza B5 di Cina dijual kisaran Rp 600 jutaan. Nah, menarik soal harga ini berapa jadinya kalau diimpor utuh, CKD atau bahkan diproduksi di Indonesia.