Rencana di Teluk Balikpapan, Begini Nasib Proyek Tol Bawah Laut Indonesia

Irsyaad W - Selasa, 27 Januari 2026 | 13:00 WIB

Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal memiliki tol bawah laut menghubungkan dengan Balikpapan, Kalimantan Timur

GridOto.com - Beberapa waktu lalu mencuat rencana pemerintah membuat jalan tol bawah laut.

Lokasi awal disebutkan rencana Immersed Tunnel (IMT) itu akan berada di Teluk Balikpapan, Kalimantan.

Namun, mengawali tahun 2026, muncul dinamika baru terkait prioritas pembangunan proyek prestisius ini.

Berdasarkan informasi terbaru dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, terdapat pergeseran urgensi yang perlu dipahami oleh para pemangku kepentingan.

Humas BBPJN Kaltim, Arief Setiawan, mengungkapkan IMT saat ini masih dalam tahap desain.

"Hingga Januari 2026, dokumen Detailed Engineering Design (DED) belum rampung sepenuhnya," ungkap Arief, (7/1/26) disitat dari Kompas.com.

Arief menambahkan, terowongan bawah laut saat ini belum menjadi prioritas utama karena konektivitas antara Balikpapan dan IKN sudah berhasil tersambung melalui Jembatan Pulau Balang.

Baca Juga: Proyek Senilai Rp 40 Triliun Dimulai, Buat Terowongan 27 Km di Kedalaman 392 Meter Bawah Laut

Dengan selesainya Jembatan Pulau Balang, mobilitas logistik dan penumpang sudah terfasilitasi.

Sementara, teknologi IMT memerlukan investasi yang sangat masif dan keterlibatan pakar internasional seperti dari Belanda atau Korea Selatan.

Meskipun, rencana awal terowongan bawah laut sebenarnya bertujuan untuk melindungi kawasan hutan mangrove dan habitat bekantan di Teluk Balikpapan agar tidak terganggu oleh jalan tol darat yang membelah hutan.

Pembangunan IMT sedianya akan direalisasikan sebagai bagian dari jaringan konektivitas Jalan Tol IKN Seksi 4A dan 4B.

IMT IKN akan menghubungkan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dengan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Melintasi Sungai Sepaku, IMT IKN didesain dengan panjang rencana 1,82 kilometer.

Strukturnya terdiri dari immerse section sepanjang 1,08 kilometer dan bangunan pendekat 0,74 kilometer yang mencakup cut and cover sepanjang 0,340 kilometer dan U-type 0,4 kilometer.

Baca Juga: Cisumdawu Kalah, Calon Jalan Tol Baru di Jateng Ini Akan Memiliki Terowongan Terpanjang di Indonesia

Konsep desain IMT IKN direncanakan menggunakan single box dengan total lebar penampang 40,8 meter yang terbagi menjadi dua chamber.

Chamber ini berfungsi sebagai jalur lalu lintas yang masing-masing meliputi 3 lajur 2 arah, dengan lebar 16,25 meter.

Masing-masing jalur dipisahkan oleh escape/service gallery, dengan kecepatan desain 100 kilometer per jam.

Proses konstruksi dilaksanakan dengan cara menenggelamkan segmen-segmen tunnel precast pada dasar sungai kemudian distabilkan dengan lockingfill dan backfill.

Kemudian mengunakan rock protection cover untuk melindungi struktur IMT.

Pada prinsipnya IMT IKN mengadopsi teknologi serupa yang juga telah diterapkan di Korea Selatan dan Turkiye.

Kendati demikian, IMT IKN memiliki keistimewaan.

Baca Juga: Calon Jalan Tol Baru Ini Direstui Prabowo, Terkenal Punya Air Terjun di Tepi Jalan Utama

Pertama adalah merupakan bagian dari jaringan akses yang dirancang untuk mendukung konektivitas dan mobilitas di IKN sebagai ibu kota baru, serta menunjang pertumbuhan ekonomi dan sosial di kawasan tersebut.

Kedua adalah dirancang dengan mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan habitat satwa, menjaga alur pelayaran eksisting, mengurangi sedimentasi, dan peningkatan terhadap teknologi kontruksi serta OM Tunnel.

Selain itu, IMT IKN merupakan penerapan pertama teknologi konstruksi IMT di Indonesia.

Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mendukung penerapan konstruksi berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan dalam pelaksanaannya.

YANG LAINNYA