Meskipun, rencana awal terowongan bawah laut sebenarnya bertujuan untuk melindungi kawasan hutan mangrove dan habitat bekantan di Teluk Balikpapan agar tidak terganggu oleh jalan tol darat yang membelah hutan.
Pembangunan IMT sedianya akan direalisasikan sebagai bagian dari jaringan konektivitas Jalan Tol IKN Seksi 4A dan 4B.
IMT IKN akan menghubungkan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dengan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Melintasi Sungai Sepaku, IMT IKN didesain dengan panjang rencana 1,82 kilometer.
Strukturnya terdiri dari immerse section sepanjang 1,08 kilometer dan bangunan pendekat 0,74 kilometer yang mencakup cut and cover sepanjang 0,340 kilometer dan U-type 0,4 kilometer.
Baca Juga: Cisumdawu Kalah, Calon Jalan Tol Baru di Jateng Ini Akan Memiliki Terowongan Terpanjang di Indonesia
Konsep desain IMT IKN direncanakan menggunakan single box dengan total lebar penampang 40,8 meter yang terbagi menjadi dua chamber.
Chamber ini berfungsi sebagai jalur lalu lintas yang masing-masing meliputi 3 lajur 2 arah, dengan lebar 16,25 meter.
Masing-masing jalur dipisahkan oleh escape/service gallery, dengan kecepatan desain 100 kilometer per jam.
Proses konstruksi dilaksanakan dengan cara menenggelamkan segmen-segmen tunnel precast pada dasar sungai kemudian distabilkan dengan lockingfill dan backfill.
Kemudian mengunakan rock protection cover untuk melindungi struktur IMT.
Pada prinsipnya IMT IKN mengadopsi teknologi serupa yang juga telah diterapkan di Korea Selatan dan Turkiye.
Kendati demikian, IMT IKN memiliki keistimewaan.
Baca Juga: Calon Jalan Tol Baru Ini Direstui Prabowo, Terkenal Punya Air Terjun di Tepi Jalan Utama
Pertama adalah merupakan bagian dari jaringan akses yang dirancang untuk mendukung konektivitas dan mobilitas di IKN sebagai ibu kota baru, serta menunjang pertumbuhan ekonomi dan sosial di kawasan tersebut.
Kedua adalah dirancang dengan mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan habitat satwa, menjaga alur pelayaran eksisting, mengurangi sedimentasi, dan peningkatan terhadap teknologi kontruksi serta OM Tunnel.
Selain itu, IMT IKN merupakan penerapan pertama teknologi konstruksi IMT di Indonesia.
Penerapan teknologi ini diharapkan dapat mendukung penerapan konstruksi berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan dalam pelaksanaannya.