Gridoto.com - BYD berharap penjualannya di Indonesia bisa lebih bagus di tahun ini.
Hal ini diungkap Mr Liu Xueliang, General Manager of Asia-Pacific Auto Sales Division BYD kepada media Indonesia di Zhengzhou, Henan, Tiongkok (15/1).
Ia lantas mengungkap keuntungan yang diperoleh konsumen mobil energi terbarukan (NEV) di Tiongkok.
"Konsumen bisa hemat 80 persen per bulan," ujarnya.
Bahkan Indonesia meski negara besar dalam produksi minyak dan gas, juga perlu mendorong penggunaan NEV.
Ia lantas mencontohkan Brunei, negara yang besar dalam produksi minyak tapi juga juga mendorong penggunaan EV.
Konsumen tidak perlu membayar pajak lebih besar, bahkan untuk mobil Dual Mode (DM).
Menurut Mr. Liu, BYD juga memiliki konsumen dari kalangan DM (di Indonesia disebut Hybrid atau PHEV).
Saat berkendara, mereka umumnya menggunakan mode EV sehingga menghemat pemakaian BBM.
Melihat hal tersebut, Mr. Liu menyebut sudah waktunya untuk memperkenalkan DM ke pasar Indonesia.
Hal ini berkenaan komitmen BYD untuk menggunakan teknologi semakin banyak dalam penggunaan sehari-hari.
"Sejak Anda menanyakan DM, Anda mendapatkan experience tentang teknologi DM, khususnya di off-road dan Sand Incline," ungkapnya.
"Ini sangat memungkinkan kami memperkenalkan Denza B5 ke pasar Indonesia," ujar Mr. Liu.
Adapun mereview ke belakang, penjualan BYD Group sepanjang 2025 mencapai 3,6 juta unit dengan jumlah ekspor mencapai 1 juta unit.
Di Indonesia, BYD menjual 52 ribu unit termasuk dari brand Denza.
"Di belakang penjualan ini kami bisa lihat kepercayaan konsumen terhadap BYD," ujar Mr. Liu.
Menurutnya, hingga sekarang BYD telah membuka sebanyak 80 dealer di Indonesia.
"Di tahun 2026 kami buka lebih banyak supaya konsumen Indonesia bisa mencari dealer terdekat dari rumah," ungkapnya.