Pasar Ban Mobil Indonesia Tumbuh, Bridgestone Ungkap Strategi Hadapi 2026

Wisnu Andebar - Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:15 WIB

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno

GridOto.com - Industri ban mobil di Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan sepanjang 2025, di tengah penjualan mobil yang lesu.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja pasar OEM serta kebutuhan ban replacement yang terus berjalan seiring besarnya populasi kendaraan di Tanah Air.

Presiden Direktur PT Bridgestone Tire Indonesia (BSIN), Mukiat Sutikno, mengatakan bahwa secara industri, pasar ban nasional mampu tumbuh positif secara tahunan.

“Di 2025, industri ban dapat tumbuh di kisaran 4 persen sampai 5 persen secara year on year,” ujar Mukiat kepada GridOto.com, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, meski penjualan mobil baru pada 2025 turun sekitar 7 persen dibandingkan tahun 2024, pasar ban nasional tidak hanya bergantung pada segmen OEM.

Kebutuhan ban replacement justru menjadi penopang utama seiring tingginya jumlah kendaraan yang sudah beroperasi di jalan.

Dengan kondisi tersebut, Bridgestone menatap 2026 dengan optimisme dan menargetkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami ingin tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu dan tetap menjadi market leader di industri ban di Tanah Air,” tegas Mukiat.

Untuk mencapai target tersebut, Bridgestone masih mengandalkan segmen ban mobil penumpang dan kendaraan komersial, baik untuk kebutuhan OEM maupun replacement.

Baca Juga: Tak Melulu Jual Ban, Bridgestone Indonesia Bantu Korban Bencana Sumatera dan Gelar RSSP 2025

Kinerja Bridgestone Indonesia juga diperkuat oleh kontribusi ekspor ke berbagai negara.

“Ban mobil passenger dan komersial, baik untuk market replacement maupun OEM, tetap menjadi andalan bagi BSIN. Bridgestone juga ditopang oleh ekspor ke lebih dari 70 negara,” jelasnya.

Mukiat mengakui bahwa tantangan industri ban pada 2026 masih dipengaruhi oleh dinamika ekonomi.

Meski demikian, Bridgestone memilih fokus pada penyesuaian produk dan layanan agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.

“Tantangan terbesar adalah perubahan ekonomi, namun fokus kami adalah bagaimana menghadirkan produk dan layanan toko retail yang sesuai dengan permintaan konsumen,” kata Mukiat.

Ia juga menilai kehadiran merek-merek ban baru di Indonesia sebagai perkembangan positif bagi industri.

Menurutnya, kompetisi justru akan memperluas pasar dan memberi lebih banyak pilihan bagi konsumen.

“Kami meyakini bahwa hadirnya merek ban baru akan membawa dampak positif dengan membuka lebih banyak lapangan kerja serta memberikan konsumen pilihan ban yang lebih beragam di pasar,” ujarnya.

Sejalan dengan tren elektrifikasi, Bridgestone turut menyiapkan produk untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia.

Mukiat menjelaskan bahwa secara tampilan, ban untuk mobil listrik tidak berbeda dengan ban mobil konvensional.

“Secara visual, tidak ada perbedaan antara ban EV dan mobil konvensional. Perbedaannya hanya pada load index karena bobot mobil EV lebih besar dengan adanya baterai,” jelasnya.

Selain itu, ban mobil listrik umumnya dilengkapi material tambahan untuk meningkatkan kenyamanan.

“Ban EV juga umumnya memiliki bahan foam atau busa di bagian dalam ban untuk mengurangi noise,” tambah Mukiat.

Lebih lanjut, ia menegaskan Bridgestone telah memiliki produk yang siap digunakan pada kendaraan listrik.

“Sejak 2023, kami sudah memiliki jajaran produk dengan teknologi ENLITEN yang EV-ready. Baik Ecopia EP300 maupun Turanza 6 merupakan pilihan optimal untuk EV,” pungkasnya.

YANG LAINNYA