Tiga Pak Ogah Dituduh Tutup Exit Tol Rawa Buaya, Temuan Polisi Rantai dan Gembok Milik Dishub

Irsyaad W - Kamis, 15 Januari 2026 | 12:30 WIB

Tangkapan layar video pak ogah yang dituduh menutup exit tol Rawa Buaya dengan rantai besi agar pelintas beri uang untuk dibukakan (Irsyaad W - )

Berdasarkan koordinasi polisi dengan pihak Dishub, jalan tersebut memiliki jadwal buka-tutup resmi.

"Info dari Dishub, Dishub itu menutup dari jam 06.00 WIB pagi sampai jam 11.00 WIB siang. Jam 11.00 WIB siang dibuka, memang begitu, ada jadwalnya memang," ucapnya.

Aang memastikan mnarasi yang menyebut Pak Ogah menutup jalan dan baru membukanya setelah diberi uang tidak benar.

Para Pak Ogah baru mulai mengatur lalu lintas setelah petugas Dishub membuka akses jalan sesuai jadwal.

"Jadi bukan Pak Ogah itu yang nutup atau ngerantai segala, bukan. Itu memang dari Dishub. Mungkin ada aturannya dari jam 06.00 WIB pagi ditutup, jam 11.00 WIB siang sudah dibuka tuh jalan," kata Aang.

Baca Juga: Polantas Rekrut Pak Ogah di Puncak Bogor Buat Bantu-bantu Saat Libur Nataru

"Jadi kalau misalnya jam 11.00 WIB siang kan dibuka tuh sama Dishub, baru dia (Pak Ogah) ngatur. Gitu," sambungnya.

Meski begitu, ketiga pelaku saat ini telah dibawa ke Mapolsek Cengkareng untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Karena tidak terbukti melakukan penutupan jalan paksa atau pemalakan, polisi berencana memberikan pembinaan.

"Paling ini kan masih diambil keterangannya, rencana kita pembinaan saja ya. Karena berdasarkan cross-check bukan mereka yang melakukan penutupan itu," ujar Aang.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi meresahkan sekelompok pengatur lalu lintas liar atau 'Pak Ogah' yang nekat menutup akses jalan di Exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat.

Dalam video, terlihat tiga orang Pak Ogah diduga memblokade jalan keluar tol menuju Jalan Outer Ring Road menggunakan water barrier dan rantai.

Satu orang terlihat berjongkok di sisi jalan, sementara dua orang lainnya berdiri menunggu adanya mobil yang melintas di jalan tersebut.

Baca Juga: Nyawa Buat Mainan, Pak Ogah Sabotase Lampu Merah di Cawang Pakai Cara Ini

Para pelaku diduga memaksa pengemudi yang ingin melintas memberikan uang untuk diberikan jalan keluar.

Kanit Lantas Cengkareng, AKP Yeni menyebut jajaran Satlantas Polres Metro Jakarta Barat telah melakukan pengecekan terkait kehadiran Pak Ogah di lokasi kejadian.

Yeni menyebut pengecekan tersebut dilakukan Rabu (14/1/26) bersama pihak Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Barat.

Namun, saat petugas gabungan tiba di lokasi, para pelaku yang terekam dalam video tersebut sudah tidak terlihat lagi.

"Pada saat dilakukan pengecekan dan penjagaan oleh petugas, tidak ditemukan adanya Pak Ogah. Kemungkinan mereka sudah melarikan diri atau membubarkan diri saat mengetahui kedatangan petugas," kata Yeni.