"Radiator coolant Seiken untuk kendaraan passenger car, motorcycle, commercial car (bus dan truck), heavy duty (alat berat) sama dan bisa saling digunakan," sahut Novrian Praputranda dari Aftermarket Division Head Seiken Indonesia
Namun pria yang akrab dipanggil Rian mewanti agar selalu berpatokan pada buku manual jika ingin memilih air radiator atau coolant.
Soalnya, di pasaran saat ini sudah banyak tipe atau jenis coolant yang ditawarkan.
"Air radiator kami ada tipe konsentrat yaitu 30 % dan 50 %," kata Rian.
"Biasanya buat motor dan mobil kecil pakai 30 % konsentrat, mobil di atas 2.000 cc, bus, truk dan alat berat biasanya pakai coolant yang 50 % konsentrat," jelasnya saat dihubungi melalui pesan singkat.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat, Segini Usia Pemakaian Air Radiator
Oiya kedua jenis coolant ini dibedakan melalui kandungan zat aditifnya, seperti kandungan ethylene glycol atau EG.
Banyak atau sedikitnya kandungan EG pada air radiator akan mempengaruhi titik didih (boiling point).
"Cuma balik lagi ke rekomendasi buku manual, butuhnya (air radiator) seperti apa. Lalu diikuti saja," tuturnya.
Tuh, ternyata air radiator mobil bisa dipakai di motor, akan tetapi harus disesuaikan dulu dengan kebutuhan di mesin motor.